selain cerita si bintang

Tampilkan postingan dengan label Bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2018

hepi selaw(as)e

selamat bulan Mei!

seperti kita tahu, setiap orang punya satu hari dalam satu tahun yang jadi hari istimewanya. bagi saya, hari itu adalah kemarin. sebenarnya ada banyak ekspektasi tentang bagaimana melewati hari itu, salah satunya adalah dengan merayakannya di Jogja, di rumah. tapi jauh sebelum hari itu datang, saya harus legawa untuk menerima kenyataan bahwa itu tidak mungkin, karena akan ada kuliah pengganti. jadilah saya cari waktu untuk pulang di hari lain, sekalian ngasih kejutan ke mama yang ultah di hari pertama bulan ini. sehari setelah saya sampai di Jatinangor dari Jogja, belum juga hilang pegel-pegelnya, tiba-tiba dikasih kabar kalau kuliah hari Jumat ditunda lagi. rasanya campur aduk: kesel, pengen marah, tapi juga bersyukur karena tugasnya belum selesai hehe
papa dan mama saya pun langsung menyarankan saya untuk pulang, bahkan katanya naik pesawat aja wis! papa bahkan mau membayari lho, warbiyasak. (tapi untung nggak jadi pulang karena bandara Jogja sempat ditutup gara-gara hujan abu, cepet sembuh ya Merapi...)
ada beberapa alasan sampai akhirnya saya memutuskan untuk tidak pulang. yang pertama, jelas sayang uangnya. yang kedua, saya capek. dan yang ketiga, saya masih berniat untuk produktif di hari Jumat karena mau bimbingan. tapi alasan ketiga pun harus runtuh karena dosennya ke luar kota. jengkel bukan kepalang jadinya. akhirnya saya punya tekad yang nekad: sabodo teuing, urang pengen hepi pokoknya, mau jalan-jalan! sendirian yoben, yang penting jalan-jalan!

saya ingat, salah satu destinasi yang belum saya datangi adalah Gua Maria Karmel di Lembang. waktu mikir dan googling, ternyata enggak begitu jauh dari destinasi lain yang ada dalam wishlist saya: Bosscha. akhirnya tersusunlah rencana nekad itu, dan Jumat pagi saya berangkat dari kos sekitar pukul 8.45. Tadinya mau coba naik Damri dari Nangor, tapi ternyata belum ada ke rute yang saya tuju, lalu naik travel deh. saya berencana turun di RSHS, tapi ternyata travelnya naik ke jembatan layang Pasupati, jadilah saya turun tepat sebelum naik jalan layang itu terus jalan sedikit ke perempatan Sukajadi, eh langsung ketemu sama angkot ke Lembang. puji Tuhan. perjalanan ke Lembang naik angkot saya tempuh lebih dari sejam, ongkosnya 8000 saja. badge naik angkot AKDP unlocked! hehehe :D

sampai di Karmel, saya langsung merasa terharu dan bangga pada diri sendiri hehe nekad pisan siah! ketemu Bunda dan Mas Kris, menenangkan dan mengharukan. saya bersyukur atas berbagai rahmat yang saya terima, terutama tetap ditemani di tengah perasaan kesendirian dan kesepian yang sering menyergap. ibarat judul lagu, saya memang suka 'scared to be lonely', tapi ya namanya hidup pasti ada saatnya harus mengalami itu, kan?

Gua Maria Karmel - Lembang
perhentian ke-dua belas: Yesus wafat
makam Yesus

Kapel

tampak luar kapel
di tengah saya berdoa dan perut keroncongan yang bikin gagal fokus, ada anak kecil nangis dan spontan saya pun buka mata untuk melihat anak itu serta apa yang orang tuanya lakukan padanya. jangan ditiru ya gengs, sesat ini mah hahaha.. saya menghabiskan beberapa waktu berikutnya untuk mengobservasi keluarga itu, lebih banyak lewat pendengaran, karena ya kali saya celingukan hehehe... di situ, saya merasa diingatkan akan 'panggilan' saya untuk mendalami tentang anak-anak dan keluarga. semoga benar kata salah satu sahabat saya, "You can't help it, to give attention to the children, when they are around," dan bukan pembenaran atau rasionalisasi dari terdistraksinya saya di tengah doa hahaha *ampun, Gus!*

setelah ketemu Bunda dan ketemu Mas Kris, saya pun mencari logistik supaya logikanya bisa jalan lagi. di jalan masuk ke kompleks Gua Maria itu, ada semacam rumah makan yang menyediakan menu ala Sulawesi dan pastinya B2 wihiiii! jadilah makan mie, tapi mienya gede, mungkin biar panjang umur dan tambah gendut hahaha

mie enak di jalan masuk kompleks Pertapaan OCD (Karmel)
pukul 13.30, saya pun melanjutkan perjalanan, lalu ingat pengen mampir Bosscha. berbekal ke-sotoy-an yang hqq, akhirnya jalan kaki lah saya dari pinggir jalan besar ke Bosscha, ternyata jalannya nanjak dan jauh pisan booosss! untung ada yang menawari ojek, jadilah saya naik ojek padahal udah deket, tapi nanjak sih, capek hehehe... eh sampai di Bosscha ternyata bukan waktu kunjungan perorangan, jadi batal deh masuk ke Bosscha, cuma di halaman aja. ya semoga lain kali ada waktunya untuk bisa masuk ke Bosscha demi memenuhi keinginan masa kecil akibat nonton Petualangan Sherina hehehe

Bosscha
setelah istirahat sebentar di Bosscha saya pun melanjutkan perjalanan. tadinya mau nyusul sahabat saya, Stefi, di PVJ, tapi ternyata macet bro. terus pas mau googling rute, eh internet saya mati. ternyata nomor saya diblokir karena belum bayar HAHAHA kebiasaan. kepanikan bertambah karena hujan, padahal saya sengaja nggak bawa payung dan pakai sneakers, bukan crocs seperti biasanya. jadi ya sudahlah, ikuti ke mana angkot membawaku saja~ eh ternyata angkot yang saya tumpangi nggak berhenti di pintu utara stasiun seperti bayangan saya, tapi the show mas gogon, eh, must go on. turun dari angkot, sepatu saya basah deh hadehhh... kesel, tapi ada masalah lain yang lebih urgent: rute berikutnya ke manaaa... akhirnya saya pakai jurus GPS: gunakan penduduk sekitar. lalu saya disarankan pakai bus kota alias Damri jurusan Cicaheum. dalam hati saya bilang, wah akhirnya badge naik Damri unlocked! di dalam bus, saya iseng coba pakai google maps, padahal nggak ada internet, eh ternyata bisa jalan donk google mapsnya, tau gitu dari tadi #selfjitak haha

pas udah sampai di persimpangan Jalan Laswi, saya pun turun dari bus, untungnya hujan sudah reda. acara berikutnya, Aroma Karsa Gathering, akan diadakan di Bandung Creative Hub. tapi henpon saya kan masih diblokir, jadi saya cari ATM dulu buat bayar tagihan, jadilah saya jalan-jalan sore di sekitar Jalan Laswi. heran saya, trotoar Bandung tuh gede dan bersih dan tertata, tapi asa cuma saya yang jalan sore itu. tuntas dengan misi bayar tagihan, ternyata nomor saya masih tetap diblokir, ya sudahlah, saya pun menuju ke tempat janjian dengan Digital Tribe Aroma Karsa, tapi ternyata mereka masih terjebak macetnya Bandung di hari Jumat sore yang ampunilah hamba deh. anggota DigiTribe pertama yang saya temui adalah Mbak Tissya, yang jadi partner saya hari itu, hatur nuhun pisan, Mbak, sudah duduk bareng dan saya pinjem ponselnya untuk foto-foto hehehe

acara Aroma Karsa Gathering malam itu sangat menyentuh dan berkesan buat saya. sebelum acaranya mulai (dan setelah acara selesai), diputarkan beberapa lagu Dee dari album Rectoverso, di antaranya Malaikat Juga Tahu, Aku Ada (ingat apa hayo haha), Grow A Day Older, dan juga Selamat Ulang Tahun yang sempet bikin saya geer hahaha naon vannn
acara dibuka dengan video di balik proses Aroma Karsa, lalu penampilan Maksur Dee membacakan penggalan Aroma Karsa dan menyanyikan tiga lagu dari cerita Aroma Karsa. kemudian ada video testimoni dari beberapa pembaca, tepatnya DigiTribe Aroma Karsa. setelah itu ada sesi tanya jawab, foto bareng dan booksigning. saya tersanjung (sinetron kali ah) DigiTribe dapet kesempatan foto bareng Maksur dan PakProd. ah, ternyata iseng-iseng saya berlangganan Aroma Karsa itu berhadiah manis <3

tim galon alias gagal move on
sambil ngantri booksigning, saya pun sempat menyalami dan foto bareng PakProd Reza Gunawan, juga Keenan dan Atisha yang lucu banget :D daaan, ngobrol dan foto-foto sama beberapa anggota DigiTribe yang lain hehehe

PakProd ramaaah banget, setiap orang yang menyalaminya ditanya siapa namanya, lalu ditanggapi dengan penuh senyum, termasuk saya.
V: Mas, boleh foto bareng?
P: boleh donk, namanya siapa?
V: Vania
P: saya Reza. makasih ya Mbak Vania sudah datang malam ini.
V: terima kasih Mas sudah bikin acara hari ini, ini jadi hadiah ulang tahun buat saya.
P: oh dirimu ulang tahun hari ini?
V: iya, mas.
P: wah, selamat yaaa! 
V: *senyum lebar sambil sorak sorai dalam hati*
bersama Pak Produser Reza Gunawan
lalu ketika ada ide foto bareng Keenan dan Atisha, saya pun izin beliau.
V: Mas, boleh foto sama Keenan dan Atisha nggak?
P: silakan ditanya langsung aja ke mereka, kalau mereka mau silakan, biasanya sih mereka mau
V: makasih Mas, kan consent ortu tetap utama hehehe
P: hahaha kalau saya boleh, langsung tanya saja ke mereka ya
eh untungnya mereka mau. klik! foto-foto deh :D
Keenan kocak sih, di akhir sesi tanya jawab, tiba-tiba dia angkat tangan dan bilang mau tanya. ternyata dia nanya ke penonton, "Para penonton sekalian, kira-kira saya cocok nggak jadi Jati Wesi waktu kecil? Tapi waktu muda aja yaaaa..." seisi ruangan sontak ketawa, bageur pisan ujang! sebelum acara, sebenernya saya udah sempet ketemu Keenan waktu ngantri registrasi, emang pembawaannya kocak sih itu anak. 

keliatan seumuran kan :p
Maksur juga humble dan kocak pisaaan! ketika sesi booksigning sempet ngobrol bentar.
M: halooo...
V: makasih ya Maksur udah bikin acara hari ini, jadi hadiah ulang tahun buat saya.
M: wah ulang tahun ya? selamat yaaa...
V: makasihhh :D
M: bukunya...
V: ini bukunya teman-teman saya sih hehe
M: oh, jastip? hahaha
V: bukaaan hahaha ini (nunjuk IEP) tanda terima kasih buat temen saya karena minjemin saya seluruh serial Supernova, dianya malah belum baca hehehe
M: waaah... *setelah tanda tangan* yuk foto *lalu setelah foto* terima kasih yaaa, selamat ulang tahun *lalu cipika cipiki*
V: *melayang ke langit ke tujuh*

WHAT A PERFECT BIRTHDAY GIFT! cipika cipiki sama idolak. oh. my. God. AAAAAKKKKK!!!

bersama Mak Suri Dewi Lestari
perjalanan pulang ke Nangor pun untungnya berjalan lancar, dan saya excited sepanjang jalan. itu adalah perjalanan termalam saya ke Nangor, pukul 22.00 saya baru berangkat. sampai di gang depan kos eh nggak ada ojek, telpon ojek langganan nggak diangkat. ya sudah, akhirnya terpaksa nekad jalan kaki. eh ternyata kadonya belum kelar, pas jalan ke kos, langitnya cerah penuh bintang. kayaknya Tuhan ngasih kado pengganti karena gagal masuk Bosscha deh hahaha 

nah, kalau lagi nekad kayak kemarin saya jadi berasa kalau alumna stece. ya, kenekadan itu kayaknya efek roh Srikandi stece deh hahaha... saya merasa banyak hal yang bertumbuh dan berkembang dalam diri saya setahun terakhir, terutama soal kenekadan ini, yo karang kahanan hehehe

kalau boleh saya rangkum, hari kemarin adalah hari di mana saya memilih untuk membahagiakan diri saya sendiri. I give myself a great birthday gift, and I love it, I love myself. you really did a great job yesterday, van #selfhug
jadi gini ya van (ceritanya self-talk), ada kalanya bahagia itu harus diusahakan dan diperjuangkan, jangan nunggu orang lain, kan hidupmu sendiri ini, kamu yang tanggung jawab sama hidupmu. 
so, let's be hepi selawase (bahagia selamanya)! <3



Jatinangor, 12 Mei 2018
gadis 25 tahun 0 bulan 1 hari (tapi kelakuannya kadang kayak 15 tahun hehehe)
selawe. quarter. seprapat.


Stella Vania Puspitasari

14 April 2013

self-rewarding on weekend :D

halo, dunia! apa kabar? :)
hari ini dan kemarin, adalah hari aku terbebas dari UTS, walau sebenarnya (baca: seharusnya) nggak bisa santai karena begitu banyak tugas yang ngawe-awe minta digarap. tapi dua hari ini, aku memutuskan untuk memberi reward pada diri sendiri, dan menyediakan waktu luang untuk pacar. maklum, biasanya aku sibuk dengan kuliah dan EKM dan seabrek kegiatan lainnya, sedangkan dia sibuk dengan skripsinya. maka jadilah weekend kemarin diisi dengan bertualang bersamanya.

"malam minggu, malam yang panjang, malam yang asyik buat pacaran", begitulah sepenggal lirik dari sebuah lagu lawas. karena kami jarang bermalam minggu, jadi Sabtu kemarin rasanya cukup istimewa. sejujurnya memang aku merasa sudah lama tidak jalan-jalan santai bersama Akang. maka walau rasanya tugas sudah ngawe-awe, tapi aku nggak terlalu merasa berdosa meninggalkan mereka :p
keluar dari rumah, sebenarnya kami tidak punya tujuan yang cukup jelas. kami hanya ingin mencari event, entah pameran seni rupa atau pagelaran apa gitu. kami pun meluncur ke TBY yang ternyata sedang tidak ada pameran, lalu kami melaju ke BBY (Bentara Budaya Yogyakarta). untunglah ada pameran yang digelar di sana. unik, rupanya pameran yang digelar adalah pameran sepeda onthel bertajuk "Simplex nganggo Berko". pameran ini menampilkan beberapa sepeda lawas bermerk simplex (yang memakai lampu bermerk berko), dan poster-poster iklan lawasnya, foto, lukisan, patung, pokoknya segala sesuatu tentang simplex. tidak hanya itu, ada beberapa sepeda lawas merk lain yang fenomenal untuk menambah pengetahuan tentang sepeda di masa lalu.

simplex (untuk) anak-anak

sepeda lawas fenomenal

becak simplex. gaul banget!

simplex - (patung) Jakob Oetama - Akang
setelah puas menuntaskan kerinduan nonton pameran, aku dan Akang pun memutuskan untuk mencari makan. tidak tanggung-tanggung, kami memutuskan untuk menuju arah Kotagede untuk mencicipi sate sapi di Lapangan Karang, Kotagede. awalnya, karena kami buta arah, kami pun menuju ke arah Pasar Kotagede, tempat Ngayogjazz pernah diadakan dulu. dan ternyata di sana rameeee banget! setelah meminta bantuan maps (thanks, technology!), kami akhirnya sampai ke tempat yang dituju. ada beberapa pilihan paket, paket kecil, sedang (7 tusuk), dan utuh (10 tusuk), tiap paket terdiri dari sate sapi plus lontong sayur. maknyus! nggak menyesal saya jauh-jauh ke Kotagede demi makan dan bayar mahal, karena memang enak dan yang jelas, rasa penasarannya sudah tertuntaskan :D

ini dia tempatnya :)
paket utuh: 10 tusuk sate sapi + lontong sayur. yummy! :9

setelah itu pun kami pulang, dan menyusun agenda untuk hari Minggunya :D
hari Minggu pagi, diawali dengan misa bareng. iya, yang ini juga agak jarang hehehe
agenda kami sebenarnya setelah misa adalah menuju Gua Maria Lawangsih! maka setelah misa, kami pun segera meluncur ke tujuan. ini adalah kali pertama aku ke sana. setelah melewati jalanan yang agak curam tapi pemandangannya keren banget, kami pun sampai di Gua Maria Lawangsih. rumah Bunda satu ini nggak terlalu besar, tapi ketenangannya bikin hati adem dan damai banget :)
Bunda-nya juga cantik, dan ada panti semedi berupa gua yang di dalamnya ada patung Hati Kudus Yesus yang begitu masuk adeeeem banget :)
selain itu, air sucinya juga dingin dan sejuk banget, maklum air perbukitan gitu deh, masih alami banget!

papan namanya

Bunda cantik sekali :) di belakangnya tempat air suci :)

Mas Kris di dalam panti semedi yang adem banget
setelah puas ketemu Bunda dan Mas Kris, kami pun melaju pulang. di perjalanan, kami menemukan plang bahwa ada Gua Maria yang lain, lalu kami mampir. ternyata Gua Maria ini ada di dekat Gereja Maria Fatima, Stasi Pelem Dukuh, Paroki Nanggulan. sampai di Gereja, kami melongok sebentar dan ternyata gerejanya unik banget!

dalam gereja, motret dari balkon
dan ternyata, Gua Maria yang bernama Gua Maria Pangiloning Leres ini ada di atas gereja. guanya kecil, dan yang lebih menarik perhatian kami adalah patung Yesus yang gedeee banget :D 

look at the colors! :)

Akang mencoba niru gaya Mas Kris yang oke banget :))
syukur pada Allah, kami bisa menemukan tempat ini tanpa disengaja, tanpa direncana. setelah puas sowan Bunda dan Mas Kris, dan karena langit mendung, kami pun memutuskan untuk segera pulang. 
oya, di malam minggu, aku sempet ngetwit: #ListKapanKapan bersama @andre_yb dari jaman pedekate yang sampe sekarang belum kelakon adalah makan bakso krikil :))
dan lagi-lagi, karena nggak sengaja, di perjalanan pulang (di Jalan Godean), aku lihat ada warung tulisannya "jual bakso 20 butir dan bakso super jumbo". langsung deh kami puter balik dan makan di situ. dan akhirnya,  satu ini tercoret sudah dari #ListKapanKapan kami!
this is it, bakso 20 butir!
begitu sampai rumahku, langsung tepar! Akang sampai tidur lamaaa banget :))
tapi buatku, weekend ini sungguh superrrrr sekali! ya kayak yang aku bilang di atas, udah lama banget aku nggak ngelakuin hal-hal kayak begini: malem mingguan, misa bareng, nonton pameran, ke tempat Bunda, kulineran, pokoknya JJS sama Akang. dan rasanya bener-bener nyenengin dan nggak nyesel, walau tugas numpuk :p

ngelakuin kewajiban dan tugas itu memang penting, tapi jangan lupa istirahat, dan kasih reward untuk diri sendiri. kalau kita aja nggak menghargai diri sendiri, gimana orang lain mau menghargai kita? :)

baiklah, selamat menikmati hari ini, teman-teman! semoga kebaikan menyertai kita semua :)

Minggu, 14 April 2013
Neng Vania :)

ps: karena nulis ini, aku jadi inget lagu agak lawas dari Sandy, judulnya Sabtu Minggu :D

31 Mei 2011

bulan Bunda :)

Ndherek Dewi Maria, temtu geng kang manah
Boten yen kuwatosa, ibu njangkung tansah
Kanjeng ratu ing swarga, amba sumarah samya
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana

hari ini adalah hari terakhir di bulan Maria, atau bulan Bunda kalau aku dan Akang menyebutnya :)
seperti biasa, aku tidak setiap hari berdoa rosario *jitak kepala sendiri* *dijewer Bunda* *ampun Bundaaaa*
seperti biasa, aku tidak bernovena ataupun melakukan devosi khusus padanya.
seperti biasa, bulan ini berlalu seperti biasa, seperti bulan-bulan lainnya.

yaaaa nggak sepenuhnya sama sih. bulan ini, aku mengunjungi beberapa Gua Maria atau Sendang alias "rumah"nya Bunda. aku mengunjungi beberapa rumah Bunda itu bersama Akang.

yang pertama, hari Minggu, 29 Mei 2011 kemarin.
aku diajak ke Gua Maria Tritis di Wonosari. sebelum ke sana, kami istirahat dulu di rumahnya Akang, dan ketemu Bapak-Ibu yang menyambut kami dengan wajah cerah ceria :D
terima kasiiihhhh :*
setelah beristirahat dan mengobrol sebentar, aku dan Akang memulai perjalanan ke Gua Maria Tritis. ramai sekali di sana. maklum, itu adalah minggu terakhir di bulan Bunda.
seingatku, itu adalah kali pertama aku ke Gua Maria Tritis, tapi entahlah, aku lupa. jalan yang berbatu, terjal, berliku, dan nggak mudah, serta teriknya sinar matahari siang itu membuat perjalanan kami mencapai gua menjadi tidak mudah dan sungguh melelahkan. namun ketika kami sampai di gua, semuanya terbayar. gua itu sungguh indah, sungguh menenangkan dan ah pokoknya luar biasa! bagaimana tidak, gua itu adalah dua alami dengan stalaktit dari batuan kapur yang meneteskan air. meski ramai, tapi ketenangan, kesejukan dan keademan rumah Sang Bunda itu tetap terasa. ketika aku duduk di depan Bunda, aku belum mulai berdoa, hanya mendengarkan orang-orang yang sedang berdoa rosario bersama-sama, air mataku sudah menetes. mungkin karena memuncaknya rasa syukurku karena akhirnya sampai juga ke gua itu, setelah melewati perjalanan yang jauh, panas, melelahkan dan tidak mudah.
dan, mungkin itu adalah gambaran perjalanan kehidupan kita. jauh, terjal, berliku, melelahkan dan tidak mudah. namun akhirnya kita akan mencapatkan kesejukan, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan setelah menaklukkannya. :)

*cerita selingan*
setelah dari Gua Maria Tritis, aku dan Akang mencoba mencari air terjun yang dulu pernah ditemukan Akang saat ia masih kecil dan bertualang dengan sepedanya. beberapa hari lalu aku sempat lihat liputan mengenai air terjun Sri Gethuk di Wonosari, dan ternyata memang itu air terjun yang sama dengan yang ditemukan Akang dulu. dan kini kami mencoba untuk menemukannya kembali. jalannya untuk ke sana uwooohhhh syusah syekaliiii :O
tapi ketika kami mendapatkannya, sungguh baguuusss buanget! nggak rugi deh.
dan sekali lagi diingatkan tentang perjalanan kehidupan seperti yang telah kutuliskan di atas. :)

setelah menemukan air terjun dan beristirahat kembali di rumah, kami pun pamit untuk kembali ke Jogja. tapi sebelum benar-benar kembali ke kota Yogyakarta, kami mampir lagi di rumah Bunda, masih di Wonosari. namanya Sendang Rosario. rumah Bunda kali ini ada di dekat sebuah gedung gereja, dan sore itu sungguh sepi. hanya ada sebuah keluarga kecil yang berdoa rosario di depan gua itu. tapi sungguh kesepian itu menenangkan. dan lagi, air mataku tertumpah. entah karena suasananya yang makjleb, atau memang aku yang cengeng :P




dan hari ini, kami ke Jatiningsih. sedikit mengejutkan, kami bertemu dengan Master Adri dan Kak Lina yang sudah selesai berkeluh kesah dengan Bunda.
ternyata ada misa penutupan bulan Bunda di Jatiningsih, tapi kami nggak ikut misanya.
tapi di Gua Maria Ratu Perdamaian itu, kami benar-benar merasakan kedamaian dan akhirnya sungguh dapat berdamai, terutama dengan diri sendiri :)


Bunda, terima kasih untuk semuanya ya :)
terima kasih karena kami telah kau perkenankan mengunjungi beberapa rumahmu, dan berbincang denganmu. terima kasih untuk peneguhan dan penguatanmu. terima kasih untuk pelajaran yang boleh kami terima. terima kasih untuk kisah-kisah yang berhasil kami ungkapkan. terima kasih untuk keteladananmu yang menginspirasi kami. terima kasih untuk air mata yang boleh tertumpah, aku tau itu akan menguatkan kami :)
sekali lagi terima kasih untuk segalanya, Bunda :*

dan seiring dengan berakhirnya bulan Bunda, maka berakhir pula ......... :)



hari terakhir bulan Bunda,
31 Mei 2011


anakmu,
stella vania :)