selain cerita si bintang

Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

31 Desember 2018

2018: unpopular options

ada beberapa 'unpopular option' yang saya pilih untuk diri saya sendiri sepanjang 2018, dan ada banyak hal yang harus saya lakoni sendiri. banyak ke-nekad-an selama 2018 yang semoga membuat saya braver, stronger, better.
- pengalaman perdana Paskah tidak di #MasAnto, tapi di Jatinangor sendiri
- perjalanan ke Lembang sendiri naik angkot
- ke Jakarta yang enggak cuma dolan, tapi ngurus beasiswa dan dapat pengalaman berbagi
- pengalaman perdana tidak ikut Tahbisan Imamat SJ setelah 11 tahun selalu terlibat
- pindahan dari Nangor ke Bandung yang diurus bareng temen
- kerja praktik di Cimahi tapi tetep ngekos di Bandung
- iseng daftar conference, diterima dan berangkat sendiri ke Batu
- kembali ke Bandung sehari setelah natal, dan akan menyambut 2019 sendiri, eh, bersama Mr. T, dink..
juga ada beberapa komunitas dan kawan baru sepanjang 2018, karena saya gabung Bandung School of Peace, Spinmotion Bandung chapter terbentuk, dan ikutan DigiTribe Aroma Karsa.
terima kasih, 2018, sudah memberi saya kesempatan untuk mendobrak batas aman dan melompat dari zona nyaman. proud of you, self!
semoga 2019 menjadi tahun yang penuh kebaikan dan berkat untuk kita semua. happy new year!

09 September 2017

Jatinangor rasa Jogja

Hari ini tepat sebulan saya meninggalkan Jogja. Kalau ditanya apakah saya kangen Jogja atau engga, saya akan jawab saya kuangeeeeennnn buangeeetttt. Setiap saat! Manifestasi rasa kangen saya sama Jogja itu suka random banget. Tiba-tiba saya inget jalan di sekitar Kalasan. Besoknya, mendadak saya kebayang-bayang jalanan di sekitar taman parkir Ngabean. Pokoknya ajaib gitu deh, random. Trus munculnya suka mendadak pula, pop up gitu. Tiba-tiba di tengah bimbingan saya bisa aja gitu keinget jalan di deket rumah saya.

Minggu lalu, sebelum saya dolan ke Jakarta, saya dihubungi pihak Fakultas Psikologi Unpad, katanya saya diminta ikut terlibat dalam acara Dies Natalis Unpad sebagai perwakilan dari Jogja. Permintaan ini sempet bikin saya kepikiran dan galau, karena mereka rikues saya suruh pakai baju adat dan menyiapkan sendiri baju adatnya. Dueeenggg! Saya langsung kontak mama dan minta tolong kirim baju dari Jogja. Tapi persoalan tidak berhenti di situ, saya juga mikir soal dandan. Duh, ribet amat yak, pikir saya. Ketika ketemu sama panitianya, saya jadi agak tenang karena beliau bilang bisa didandani, tapi kumpulnya pagi pagi sekali.
Tadi pagi, saya sudah harus sampai kampus jam 05.30. Ketika saya keluar dari kos, langit masih gelap dan masih ada bulan coba lah. Sampai di kampus, ternyata sudah ada beberapa ibu yang dirias, dan ternyata ada yang pura-pura jadi manten, jadinya dirias paes ageng. Unyu sekaliii… terus ternyata ada yang jadi cucuk lampah, terus ada beberapa orang yang pakai beskap dan lurik. Kemudian saya merasa berada di Jatinangor rasa Jogja. Rasa Jogja itu bertambah ketika jalan pawai, rombongan kami diiringi dengan lagu Kebo Giro, yang biasanya memang dipakai sebagai lagu pengiring manten berjalan ke pelaminan.
Ternyata, pawainya cukup meriah. Saya baru tau juga kalau pawai itu adalah bagian dari pembukaan OOTRAD atau olimpiade olahraga tradisional yang merupakan rangkaian acara dies natalis Unpad ke 60. Tiap fakultas seakan-akan menjadi kontingen dari provinsi tertentu, lalu diminta menampilkan diri sesuai dengan provinsinya. Contohnya tadi ada yang ceritanya mewakili DKI Jakarta, terus bawa ondel-ondel. Trus ada yang ceritanya mewakili Jawa Timur, mereka pada pakai baju ala Madura, dan bawa Reog Ponorogo. Seru deh!

Saya seneng banget bisa menikmati penampilan yang keren-keren. Tapi saya lebih seneng karena bisa lebih kenal sama beberapa karyawan yang seru nan kocak. Sebenarnya tadi yang dari rombongan kami, yang asli Jogja cuma dua orang, saya dan Mbak Anggita, mahasiswi S3 Psikologi yang asli mBantul (kudu pakai ‘m’ ya :p) Mbak Anggita ini, walau dosen di sebuah universitas di Jakarta, tapi seru bangettt. Beliau ngajakin saya foto-foto sama ‘para pengantin’ dari berbagai ‘provinsi’. Jadi tadi pagi kami berasa kondangan tingkat nasional :D

Meski kegiatan tadi tidak menghilangkan kebaperan saya akan Jogja yang sungguh berhati nyaman, tapi saya senang sekali dilibatkan dalam kegiatan itu, kenal orang-orang baru, dan merasa semakin punya teman. Semoga pengalaman ini bisa membuat saya semakin merasakan “Jatinangor rasa Jogja”, merasakan nyamannya (hidup di) Jatinangor, meski tetap tidak ada yang bisa mengalahkan nyamannya Yogyakarta yang memang berhati nyaman.


PS: semoga Yogyakarta nggak berhenti nyaman ya!


Sabtu malam, 9/9/17
cah Jogja,
vania

26 Agustus 2017

dua minggu

dua minggu. saya bingung mau menaruh kata "sudah" atau "baru" di depan frasa itu. kalau "sudah dua minggu" artinya rasanya sudah lama saya ada di sini, menjalani tiga peran baru sebagai anak rantau, anak kos dan mahasiswa baru. padahal ini baru awal perjalanan panjang saya yang (harapannya) akan berlangsung lima semester. tapi kalau "baru dua minggu", rasanya juga sudah cukup banyak hal yang saya alami dan saya rasakan selama dua minggu di sini. 

sistem perkuliahan di sini adalah sistem blok, kayak anak kedokteran gitu. jadi dalam rentang waktu tertentu, yang dibahas hanya satu bab (atau satu materi) lalu diakhiri dengan ujian, setelah ujian ganti materi lain. contohnya, minggu ini saya belajar tentang observasi dan interview individual. hari Senin dan Rabu ada kuliah, Kamis praktikum dan harus bikin laporan yang dikumpul hari itu juga, Jumat ujian. lalu besok Senin ganti materi lain. begitulah, dalam satu blok harus terkumpul nilai tugas, nilai UTS dan nilai UAS. kebayang lah ya betapa intensnya... bahkan dari draft jadwal yang sudah dishare, ada materi yang cuma dikasih satu hari, besoknya ujian. I can't even imagine bakal jadi kek apa nanti prosesnya. tapi ya sudahlah, namanya juga sudah dipilih, kudu dijalani, dinikmati, dimaknai dan disyukuri. :)

anyway, dua minggu di sini membuat saya menyadari bahwa ternyata rasa rindu itu random dan irasional. bisa-bisanya di tengah-tengah kuliah tiba-tiba saya ingat Soto Kadipiro, kangen rumah, kangen mama, pengen ke Kotabaru dan berbagai kerandoman lainnya. bahkan saya bisa tiba-tiba ingat beberapa sudut Jogja yang sebelumnya jarang saya datangi ketika saya di Jogja. dan bayangan serta perasaan itu munculnya kadang di waktu yang nggak umum, misalnya di tengah-tengah pengerjaan tugas atau ketika bangun tidur. yah, namanya juga perasaan ya. kalau kata Choice Theory (yang baru saja saya tau tadi pagi), perasaan mah nggak bisa kita kontrol secara langsung, beda sama pikiran dan perilaku. #NyebutTeoriBiarKeliatanMahasiswa :p

kerinduan saya sama Jogja beberapa kali juga "dicolek" gitu sama semesta. misalnya beberapa hari lalu teman saya tiba-tiba bertanya tentang bahasa Jawa. lalu beberapa hari berikutnya, teman saya yang lain bertanya perbandingan antara Jogja dan Bandung. yang paling lucu adalah ketika dosen minggu ini memberi pengumuman bahwa ujian akan berupa analisis film, dan film yang akan dipakai adalah AADC 2, spontan saya langsung mikir, "Wah, baper Jogja nihhh..." tapi untungnya, karena nonton film fokus buat analisis, jadi kebaperan akan Jogja bisa (sedikit) teratasi :))

akhirnya saya memutuskan bahwa ini "baru dua minggu", karena masih panjang perjalanan yang harus saya tempuh. dua minggu itu, bagi saya, tidak lagi dalam masa denial, tapi lebih bargaining. beberapa kali saya sudah punya keinginan untuk pulang (ke Jogja), tapi lalu saya dihadapkan pada kenyataan jadwal yang intens dan ingat kembali tujuan saya ke sini apa. kadang saya masih mencoba melakukan penawaran (dalam hati, entah dengan siapa), kapan ya kira-kira bisa balik, akhir tahun mungkin natalan di Jogja nggak ya, wah tapi Desember mah masih lama ya, dan sebagainya. well, saya kadang iri juga sama teman-teman yang sama-sama ngekos tapi rumahnya di Bandung atau Jakarta, jadi dia bisa balik atau keluarganya bisa ke sini hehehe. but everyone has their own part and everything has it's own time, right? so, this is my kind of battle right now, but I really thankful because I have this opportunity. semoga saja saya bisa cepat menyesuaikan diri dengan tiga status baru saya sebagai anak rantau, anak kos dan mahasiswa baru (S2 pula!), dan hasilnya pun sepadan dengan perjuangan saya. 

harapan yang sama juga saya bisikkan ke Dia untukmu, ya! good luck with your own battle! <3



Sabtu, 26 Agustus 2017
dari gadis yang bersyukur akan adanya anugerah bernama akhir pekan,

vania

14 April 2013

self-rewarding on weekend :D

halo, dunia! apa kabar? :)
hari ini dan kemarin, adalah hari aku terbebas dari UTS, walau sebenarnya (baca: seharusnya) nggak bisa santai karena begitu banyak tugas yang ngawe-awe minta digarap. tapi dua hari ini, aku memutuskan untuk memberi reward pada diri sendiri, dan menyediakan waktu luang untuk pacar. maklum, biasanya aku sibuk dengan kuliah dan EKM dan seabrek kegiatan lainnya, sedangkan dia sibuk dengan skripsinya. maka jadilah weekend kemarin diisi dengan bertualang bersamanya.

"malam minggu, malam yang panjang, malam yang asyik buat pacaran", begitulah sepenggal lirik dari sebuah lagu lawas. karena kami jarang bermalam minggu, jadi Sabtu kemarin rasanya cukup istimewa. sejujurnya memang aku merasa sudah lama tidak jalan-jalan santai bersama Akang. maka walau rasanya tugas sudah ngawe-awe, tapi aku nggak terlalu merasa berdosa meninggalkan mereka :p
keluar dari rumah, sebenarnya kami tidak punya tujuan yang cukup jelas. kami hanya ingin mencari event, entah pameran seni rupa atau pagelaran apa gitu. kami pun meluncur ke TBY yang ternyata sedang tidak ada pameran, lalu kami melaju ke BBY (Bentara Budaya Yogyakarta). untunglah ada pameran yang digelar di sana. unik, rupanya pameran yang digelar adalah pameran sepeda onthel bertajuk "Simplex nganggo Berko". pameran ini menampilkan beberapa sepeda lawas bermerk simplex (yang memakai lampu bermerk berko), dan poster-poster iklan lawasnya, foto, lukisan, patung, pokoknya segala sesuatu tentang simplex. tidak hanya itu, ada beberapa sepeda lawas merk lain yang fenomenal untuk menambah pengetahuan tentang sepeda di masa lalu.

simplex (untuk) anak-anak

sepeda lawas fenomenal

becak simplex. gaul banget!

simplex - (patung) Jakob Oetama - Akang
setelah puas menuntaskan kerinduan nonton pameran, aku dan Akang pun memutuskan untuk mencari makan. tidak tanggung-tanggung, kami memutuskan untuk menuju arah Kotagede untuk mencicipi sate sapi di Lapangan Karang, Kotagede. awalnya, karena kami buta arah, kami pun menuju ke arah Pasar Kotagede, tempat Ngayogjazz pernah diadakan dulu. dan ternyata di sana rameeee banget! setelah meminta bantuan maps (thanks, technology!), kami akhirnya sampai ke tempat yang dituju. ada beberapa pilihan paket, paket kecil, sedang (7 tusuk), dan utuh (10 tusuk), tiap paket terdiri dari sate sapi plus lontong sayur. maknyus! nggak menyesal saya jauh-jauh ke Kotagede demi makan dan bayar mahal, karena memang enak dan yang jelas, rasa penasarannya sudah tertuntaskan :D

ini dia tempatnya :)
paket utuh: 10 tusuk sate sapi + lontong sayur. yummy! :9

setelah itu pun kami pulang, dan menyusun agenda untuk hari Minggunya :D
hari Minggu pagi, diawali dengan misa bareng. iya, yang ini juga agak jarang hehehe
agenda kami sebenarnya setelah misa adalah menuju Gua Maria Lawangsih! maka setelah misa, kami pun segera meluncur ke tujuan. ini adalah kali pertama aku ke sana. setelah melewati jalanan yang agak curam tapi pemandangannya keren banget, kami pun sampai di Gua Maria Lawangsih. rumah Bunda satu ini nggak terlalu besar, tapi ketenangannya bikin hati adem dan damai banget :)
Bunda-nya juga cantik, dan ada panti semedi berupa gua yang di dalamnya ada patung Hati Kudus Yesus yang begitu masuk adeeeem banget :)
selain itu, air sucinya juga dingin dan sejuk banget, maklum air perbukitan gitu deh, masih alami banget!

papan namanya

Bunda cantik sekali :) di belakangnya tempat air suci :)

Mas Kris di dalam panti semedi yang adem banget
setelah puas ketemu Bunda dan Mas Kris, kami pun melaju pulang. di perjalanan, kami menemukan plang bahwa ada Gua Maria yang lain, lalu kami mampir. ternyata Gua Maria ini ada di dekat Gereja Maria Fatima, Stasi Pelem Dukuh, Paroki Nanggulan. sampai di Gereja, kami melongok sebentar dan ternyata gerejanya unik banget!

dalam gereja, motret dari balkon
dan ternyata, Gua Maria yang bernama Gua Maria Pangiloning Leres ini ada di atas gereja. guanya kecil, dan yang lebih menarik perhatian kami adalah patung Yesus yang gedeee banget :D 

look at the colors! :)

Akang mencoba niru gaya Mas Kris yang oke banget :))
syukur pada Allah, kami bisa menemukan tempat ini tanpa disengaja, tanpa direncana. setelah puas sowan Bunda dan Mas Kris, dan karena langit mendung, kami pun memutuskan untuk segera pulang. 
oya, di malam minggu, aku sempet ngetwit: #ListKapanKapan bersama @andre_yb dari jaman pedekate yang sampe sekarang belum kelakon adalah makan bakso krikil :))
dan lagi-lagi, karena nggak sengaja, di perjalanan pulang (di Jalan Godean), aku lihat ada warung tulisannya "jual bakso 20 butir dan bakso super jumbo". langsung deh kami puter balik dan makan di situ. dan akhirnya,  satu ini tercoret sudah dari #ListKapanKapan kami!
this is it, bakso 20 butir!
begitu sampai rumahku, langsung tepar! Akang sampai tidur lamaaa banget :))
tapi buatku, weekend ini sungguh superrrrr sekali! ya kayak yang aku bilang di atas, udah lama banget aku nggak ngelakuin hal-hal kayak begini: malem mingguan, misa bareng, nonton pameran, ke tempat Bunda, kulineran, pokoknya JJS sama Akang. dan rasanya bener-bener nyenengin dan nggak nyesel, walau tugas numpuk :p

ngelakuin kewajiban dan tugas itu memang penting, tapi jangan lupa istirahat, dan kasih reward untuk diri sendiri. kalau kita aja nggak menghargai diri sendiri, gimana orang lain mau menghargai kita? :)

baiklah, selamat menikmati hari ini, teman-teman! semoga kebaikan menyertai kita semua :)

Minggu, 14 April 2013
Neng Vania :)

ps: karena nulis ini, aku jadi inget lagu agak lawas dari Sandy, judulnya Sabtu Minggu :D

16 Desember 2012

dua tahun :)

2 tahun.
24 bulan.
731 hari.
8904 jam.
534240 menit.
32054400 detik.

entah bagaimana kamu menyebutnya. tapi (kurang lebih) sekianlah waktu yang sudah kita jalani dalam hubungan ini, dalam komitmen ini, dalam janji ini, dalam status ini.

dua tahun. ibarat anak-anak, umur dua tahun, anak keseimbangannya sudah mulai membaik, sudah mulai lancar berbicara, sudah mulai memahami perintah atau larangan yang diberikan orang tuanya.
sepertinya, demikian pula apa yang terjadi pada kita. aku merasa di usia "kita" yang dua tahun ini, kita semakin bisa saling seimbang, semakin saling memahami, hubungannya semakin timbal balik. kita juga semakin memahami maksud dari saran atau larangan yang kuberikan ke kamu, atau sebaliknya. 

aku ingat, sejak 2009 kita mulai kenal. aku ingat, dulu aku dan kamu sempat saling curhat via YM. aku ingat, bagaimana kamu dulu berjuang demi orang yang kamu cintai, dan itu sangat membuatku salut dan membayangkan betapa beruntungnya menjadi orang yang kamu cintai itu. aku juga ingat, betapa dulu aku menghindarimu karena merasa kamu dekati. hahaha, labil dan geer sekali aku :))

aku juga ingat, aku pernah membantu mencomblangkan temanku padamu. sampai-sampai kamu mentraktirku di McD saat ulang tahunmu. aku ingat, kamu orang pertama yang meng-sms-ku tepat jam 12 malam saat pergantian hari menuju ulang tahunku ke 17, sms yang hanya berisi: "makan2 yo", lalu kau meneleponku dan kamulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun ke 17 untukku. aku ingat, kamu memberiku boneka Zakumi, beberapa hari setelah aku menulis twit tentang itu. aku ingat, pertama kali kau mengajakku pergi bersama teman-teman kita, dan aku langsung menyetujuinya tanpa banyak bertanya seperti biasanya, dan oya, kamu memboncengkanku dan kita menyebabkan teman-teman kita nyasar! hahaha :))

Oktober-November 2010. saat Merapi bersin-bersin, mengeluarkan hujan abu dan kerikil, lahar dingin dan sebagainya. aku dan kamu semakin dekat, semakin akrab, bahkan punya panggilan khusus, "Akang" dan "Neng". aku juga ingat, 7 November, kamu mengaku ngefans padaku hahahaha :">
dan ini yang tak mungkin kulupakan, beberapa hari kemudian kamu mengirimkan email padaku, yang berhasil membuatku menangis terharu malam-malam. kamu tahu? aku semakin yakin kalau aku mencintaimu, saat aku membaca emailmu itu :)

aku ingat saat kita makan di Jakal itu dan aku bercerita banyak hal padamu. aku juga ingat "kencan pertama" kita di acara Malam Keberagaman JB, dan aku ingat saat itu pertama kalinya kita bergandengan tangan. dan oh, aku masih menyimpan tangkai kembang api yang kau bentuk hati itu :)

aku ingat juga, beberapa kali aku memberimu kode, baik yang tersirat maupun tidak HAHAHA
aku juga ingat, beberapa hari di awal Desember 2010, aku selalu tersenyum-senyum dan salah tingkah saat mendengar lagu Aku Jatuh Cinta - Tompi di radio, sampai-sampai aku menuliskannya di blog ini :))

16 Desember 2010. aku dan kamu sudah terbebas dari ujian akhir. sehari sebelum pengambilan raporku di semester satu kelas dua belas. aku dan kamu berjanji menonton Narnia di 21. tapi karena makan di Subha, Galeria dan lewat jamnya, akhirnya aku dan kamu memutuskan menonton di XXI. aku ingat, kau duduk di sebelah kananku. aku ingat bagaimana dinginnya tanganmu dan deg-degannya aku. aku ingat matamu berkaca-kaca saat memintaku menjadi pacarmu. dan aku pun ingat kamu menghapus air mata di ujung matamu sesaat setelah aku menjawab "ya, aku mau jadi pacarmu" dengan senyum lebar dan suara gemetar karena grogi. aku ingat pula setelah kita menonton, hujan deras di luar. aku ingat kemudian kita ke Gereja Kotabaru untuk pengakuan dosa. aku ingat kita mengantri sampai malam di depan ruang pengakuan bertuliskan "Romo Kieser, SJ". 

aku ingat juga, perjalanan dua tahun ini tidaklah mulus. aku ingat masa-masa berat untuk kita. aku ingat hal-hal yang membuat kita semakin saling menguatkan. aku ingat saat-saat aku menjadi sangat sebal padamu, atau saat-saat aku menjadi begitu menyebalkan bagimu. aku ingat saat-saat kita melakukan hal-hal sederhana yang sangat menyenangkan untuk kita. aku ingat betapa kurangkerjaannya kita sampai ke Prambanan naik TransJogja, hanya turun untuk makan lalu balik Jogja lagi. aku ingat saat aku merawatmu ketika kamu sakit. aku ingat saat kamu menenangkan aku ketika aku menangis karena kehilangan hape. aku ingat saat kamu merelakan diri mengantarkanku ke Girisonta naik motor berdua. aku ingat saat pertama kali ke rumahmu di Wonosari dan bertemu Ibu dan Bapak. aku ingat magic candle darimu di mitoni kita, juga sekuntum mawar merah yang kamu beri saat anniversary pertama kita. aku ingat saat Papa mengajarimu main rubik dengan ngototnya :))
ah, banyak sekali hal yang kuingat tentangku, tentangmu, tentang kita :)

terima kasih untuk semua tawa, tangis, senyum, rasa sebel, marah, bahagia. terima kasih untuk larangan dan sarannya, aku belajar banyak dari situ, meski awalnya jengkel juga hehehe :D
terima kasih untuk kegalakannya, aku tau itu semua untuk kebaikanku juga :)
terima kasih untuk dua tahun yang penuh warna ini :)
terima kasih, telah menjadi Bulan yang menemaniku, si Bintang :)

maaf yang setulusnya, untuk segala kengeyelanku, untuk segala kemeksoanku, untuk segala hal yang membuatmu jadi jengkel padaku hehehe :D
maaf juga, kalau kadang mungkin aku belum bisa menjadi sosok pacar yang ideal untukmu, atau menjadi cewek tangguh sesuai definisimu.

selamat dua tahun, happy 2gether 4ever :)
ini BARU dua tahun, masih akan ada tahun-tahun selanjutnya yang akan kita lalui bersama #AMINbanget
salam #langgeng :)
semoga cinta Tuhan sendiri yang menjadi dasar bagi cinta kita, bagi hubungan kita, dan bagi kasih kita pada orang lain :)
semoga kita bisa semakin saling menguatkan, saling berbagi, saling belajar :)

dibuat spesial pake cinta, keringat, sedikit air mata dan senyum penuh kepuasan :)
Yogyakarta, 16 Desember 2012
12:56 AM
teruntuk Andreas Chandra Yogyaswara Budiono :)
dari Stella Vania Puspitasari :)

31 Mei 2011

bulan Bunda :)

Ndherek Dewi Maria, temtu geng kang manah
Boten yen kuwatosa, ibu njangkung tansah
Kanjeng ratu ing swarga, amba sumarah samya
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana

hari ini adalah hari terakhir di bulan Maria, atau bulan Bunda kalau aku dan Akang menyebutnya :)
seperti biasa, aku tidak setiap hari berdoa rosario *jitak kepala sendiri* *dijewer Bunda* *ampun Bundaaaa*
seperti biasa, aku tidak bernovena ataupun melakukan devosi khusus padanya.
seperti biasa, bulan ini berlalu seperti biasa, seperti bulan-bulan lainnya.

yaaaa nggak sepenuhnya sama sih. bulan ini, aku mengunjungi beberapa Gua Maria atau Sendang alias "rumah"nya Bunda. aku mengunjungi beberapa rumah Bunda itu bersama Akang.

yang pertama, hari Minggu, 29 Mei 2011 kemarin.
aku diajak ke Gua Maria Tritis di Wonosari. sebelum ke sana, kami istirahat dulu di rumahnya Akang, dan ketemu Bapak-Ibu yang menyambut kami dengan wajah cerah ceria :D
terima kasiiihhhh :*
setelah beristirahat dan mengobrol sebentar, aku dan Akang memulai perjalanan ke Gua Maria Tritis. ramai sekali di sana. maklum, itu adalah minggu terakhir di bulan Bunda.
seingatku, itu adalah kali pertama aku ke Gua Maria Tritis, tapi entahlah, aku lupa. jalan yang berbatu, terjal, berliku, dan nggak mudah, serta teriknya sinar matahari siang itu membuat perjalanan kami mencapai gua menjadi tidak mudah dan sungguh melelahkan. namun ketika kami sampai di gua, semuanya terbayar. gua itu sungguh indah, sungguh menenangkan dan ah pokoknya luar biasa! bagaimana tidak, gua itu adalah dua alami dengan stalaktit dari batuan kapur yang meneteskan air. meski ramai, tapi ketenangan, kesejukan dan keademan rumah Sang Bunda itu tetap terasa. ketika aku duduk di depan Bunda, aku belum mulai berdoa, hanya mendengarkan orang-orang yang sedang berdoa rosario bersama-sama, air mataku sudah menetes. mungkin karena memuncaknya rasa syukurku karena akhirnya sampai juga ke gua itu, setelah melewati perjalanan yang jauh, panas, melelahkan dan tidak mudah.
dan, mungkin itu adalah gambaran perjalanan kehidupan kita. jauh, terjal, berliku, melelahkan dan tidak mudah. namun akhirnya kita akan mencapatkan kesejukan, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan setelah menaklukkannya. :)

*cerita selingan*
setelah dari Gua Maria Tritis, aku dan Akang mencoba mencari air terjun yang dulu pernah ditemukan Akang saat ia masih kecil dan bertualang dengan sepedanya. beberapa hari lalu aku sempat lihat liputan mengenai air terjun Sri Gethuk di Wonosari, dan ternyata memang itu air terjun yang sama dengan yang ditemukan Akang dulu. dan kini kami mencoba untuk menemukannya kembali. jalannya untuk ke sana uwooohhhh syusah syekaliiii :O
tapi ketika kami mendapatkannya, sungguh baguuusss buanget! nggak rugi deh.
dan sekali lagi diingatkan tentang perjalanan kehidupan seperti yang telah kutuliskan di atas. :)

setelah menemukan air terjun dan beristirahat kembali di rumah, kami pun pamit untuk kembali ke Jogja. tapi sebelum benar-benar kembali ke kota Yogyakarta, kami mampir lagi di rumah Bunda, masih di Wonosari. namanya Sendang Rosario. rumah Bunda kali ini ada di dekat sebuah gedung gereja, dan sore itu sungguh sepi. hanya ada sebuah keluarga kecil yang berdoa rosario di depan gua itu. tapi sungguh kesepian itu menenangkan. dan lagi, air mataku tertumpah. entah karena suasananya yang makjleb, atau memang aku yang cengeng :P




dan hari ini, kami ke Jatiningsih. sedikit mengejutkan, kami bertemu dengan Master Adri dan Kak Lina yang sudah selesai berkeluh kesah dengan Bunda.
ternyata ada misa penutupan bulan Bunda di Jatiningsih, tapi kami nggak ikut misanya.
tapi di Gua Maria Ratu Perdamaian itu, kami benar-benar merasakan kedamaian dan akhirnya sungguh dapat berdamai, terutama dengan diri sendiri :)


Bunda, terima kasih untuk semuanya ya :)
terima kasih karena kami telah kau perkenankan mengunjungi beberapa rumahmu, dan berbincang denganmu. terima kasih untuk peneguhan dan penguatanmu. terima kasih untuk pelajaran yang boleh kami terima. terima kasih untuk kisah-kisah yang berhasil kami ungkapkan. terima kasih untuk keteladananmu yang menginspirasi kami. terima kasih untuk air mata yang boleh tertumpah, aku tau itu akan menguatkan kami :)
sekali lagi terima kasih untuk segalanya, Bunda :*

dan seiring dengan berakhirnya bulan Bunda, maka berakhir pula ......... :)



hari terakhir bulan Bunda,
31 Mei 2011


anakmu,
stella vania :)

12 Maret 2011

hari tenang :))

Sabtu, 12 Maret 2011
hari tenang sebelum UAS. bukan hari libur, tapi belajar di rumah, kata sekolah sih :)

tapi entah kenapa aku pengen bersenang-senang hari ini. nggak tau ke mana atau ngapain, pokoknya nggak pengen di rumah *oke, kost kalo kata Akang :D
hari ini pengen pergi entah ke mana atau ngapain aja, tapi yang jelas pengen sama Akang :3

sekitar jam 11.30, Akang jemput ke "kost" :D
bingung mau ke mana, tapi waton jalan aja, tujuan pertama Gereja :)
di jalan, terlontar macem-macem, ke Alun-alun lah, lalu ke Taman Pintar, lalu ah macem-macem rencananya hahaha
lalu kami ke Gereja, tapi ternyata ramai, entah ada apa, lalu cusss lah kami

lalu terlontar ajakan ke sebuah toko untuk survey baju sarimbit :3
kami dateng ke toko itu, lalu liat-liat aja haha, yaaa namanya juga survey hehe
trus rencananya mau ke Malioboro, tapi entah ide dari mana, aku ngajak keliling Jogja naik TransJogja, dan Akang setuju :))

kami nggak jadi ke Malioboro, tapi ke Taman Pintar. parkir motor di sana, lalu beli mainan gelembung sabun buat Nora :3
lalu jalan-jalan sebentar di Taman Pintar, trus naik TransJogja, pake membercard temuan Akang :))
kami naik jalur 1A, sampai Prambanan #agakkurangkerjaan hahaha

pas berangkat, kami kebagian berdiri karena agak penuh busnya.
sampai di shelter-entah-apa-namanya, udah mau sampai Prambanan, baru kami kebagian tempat duduk.
lalu kami turun di shelter Prambanan, udah kayak turis aja *atau anak ilang?* hahahaha =))
eh tapi dari shelter Taman Pintar, ada couple yang juga barengan kita naik TJ, tapi kalo itu beneran turis sih kayanya, walau turis domestik :)

di sekitar shelter Prambanan itu akhirnya kami istirahat sebentar. Akang makan siang, lalu ngobrol sebentar, lalu balik lagi ke shelter TJ untuk segera balik ke Taman Pintar *bener-bener kurang kerjaan* :D

dari shelter Prambanan naik jalur 1B, lalu transit di Bandara, ganti jalur 1A trus turun di Taman Pintar lagi :)
sempet candid-candidan di TJ :))

lalu jalan-jalan lagi di Taman Pintar,
trus udah mau pulang, eh liat cilok :D
makan cilok lah kita, lalu pulang :)

thanks for today dear, ini benar-benar hari tenang beneran deh, jalan-jalan keliling Jogja *dan bahkan Jateng* hanya dengan 15.000 berdua :D

senggakpunyakerjaannya kita, masih adaaa aja yang bisa dilakuin hehehe
salam #langgeng yaaa Akang kabogoh kasep :)



di hari tenang,


Neng :3

21 Agustus 2010

Jogja gempa lagi ..

"Jogja gempa ! SHOCKED !"
begitulah tweetku beberapa saat lalu, sesaat setelah gempa yang cukup besar melanda Jogja untuk kesekian kalinya.

aku sedang di depan komputer, menghabiskan Sabtu malam di dunia maya. sampai akhirnya getaran itu datang. awalnya pelan. kukira pun cuma gempa kecil dan sebentar. aku hampir beranjak, tapi duduk lagi karena mengira gempa sudah selesai. tapi ternyata gempa berlanjut ! langsung lah aku, Yuni, sama Mbak Sis lari keluar rumah. tapi baru mau sampe ruang tamu, kami berhenti karena inget Engkong *kakek* di kamar. Mbak Sis langsung ke kamar Engkong, Yuni diam di tempat, dan aku langsung ngibrit ke luar. agak konyol :))

baru sampe luar, aku langsung masuk lagi, selain karena gempanya dah selesai, juga karena keinget Engkong. masih untung selesai sudah dan nggak ada efek apa-apa selain bikin gemeter :D

seketika langsung status FB dan Twitter seputar Jogja gempa. bahkan jadi Trending Topic di Twitter ! :D
dan ternyata, berdasar info dari @infoBMKG : Info Gempa Mag:5.0 SR, 21-Aug-10 18:41:38 WIB, Lok:8.03 LS,110.39 BT (15 km Tenggara BANTUL-DIY), Kedlmn:10 Km ::BMKG

gempa ini mungkin nggak menimbulkan dampak kerusakan yang cukup besar, walau pasti ada yang mengalami kerusakan. tapi gempa ini menimbulkan trauma akibat gempa besar di tahun 2006.

semoga nggak ada gempa lagi ya, sudah cukup...

nah teman-teman, gimana kalian ketika gempa tadi ?
apa yang ditimbulkan oleh 5,0 SR itu ?
semoga semua baik-baik saja ya :)
Tuhan berkati kita semua selalu..