selain cerita si bintang

Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

23 Desember 2014

Berubah itu Berbuah

Apapun yang kita lakukan tidak mungkin menyenangkan semua orang, pasti ada orang-orang yang mendukung, tapi pasti juga ada orang-orang yang menentang kita. Hal itu sangatlah wajar dan sepertinya sudah menjadi salah satu hukum universal di alam semesta ini.

Kita pasti pernah menjumpai satu orang yang dijadikan “musuh bersama” karena tingkah laku atau sifatnya yang begitu menyebalkan. Terkadang, disadari atau tidak, kita sendirilah orang itu. Ketika SD, saya pernah merasakan ada di posisi tersebut. Saya dijauhi dan diejek teman-teman sekelas saya, tapi saya tidak tahu mengapa saya diperlakukan demikian. Kejadian itu begitu membekas bagi saya dan mempengaruhi hidup saya hingga kini. Saya menjadi orang yang enggan untuk memulai berhubungan dengan orang lain, karena takut ditolak. Saya enggan menyapa orang lain terlebih dahulu. Saya seringkali memilih untuk diam dan menyendiri.

Begitu pula ketika saya jalan-jalan bersama beberapa teman kemarin. Suasana begitu ceria, tapi saya tidak sepenuhnya menikmati hal itu. Saya merasa asing. Saya merasa sendirian. Sampai ketika beberapa teman bermain-main dan berfoto bersama, saya memutuskan untuk bergabung bersama mereka. Saya memutuskan untuk tidak menunggu ajakan dari mereka, tapi saya mengajukan diri untuk bergabung dengan mereka. Ketakutan bahwa saya akan ditolak pun ternyata tidak terbukti. Saya sadar bahwa ketika kita tidak bisa mengubah keadaan atau mengubah orang lain, kita perlu bercermin karena jangan-jangan kitalah yang perlu berubah. Dalam hal ini, saya menjadi sadar bahwa tidak ada salahnya ketika mencoba memulai menyapa orang lain lebih dulu, mencoba bergabung dengan mereka dan mencoba pertama-tama membuka diri. Karena orang lain tidak akan bisa masuk ke dalam hidup kita jika kita masih menutup diri dari mereka.

Sore itu, tidak hanya suasana di tempat itu yang ceria, tapi suasana hati saya pun membaik dan ikut ceria. Ternyata berubah itu tidak selalu susah. Perubahan tidak harus selalu hal-hal besar. Tetapi satu hal yang pasti, berubah itu selalu berbuah.




Yogyakarta, 23 Desember 2014

Stella Vania Puspitasari


19 Juni 2014

di mana Tuhan?

seorang teman melontarkan pertanyaan itu setelah membaca cerita pengalaman pembekalan SLP yang kupost sebelumnya. pertanyaan sederhana sekali. 

saya menemukan Dia, dalam berbagai kesempatan. secara nggak langsung, Dia ada :)
secara umum, Dia menunjukkan pada saya dan teman-teman bahwa kami nggak sendiri. kami berlima, nggak dibiarin sendiri. selain di antara kami sendiri saling bantu, saling nguatin, ada orang-orang di sekitar kami yang jadi media cinta-Nya.

Dia ada sejak kami berdinamika bersama di hari Sabtu. waktu kami diikat jadi satu, Dia bantu nunjukkin kartu-kartu yang kadang agak agak kasat mata :))
meski di situ, saya pribadi, awalnya merasa kami berlima dilepas, sendirian, yang lain cuma nontonin doank. tapi saya pikir-pikir, kami nggak benar-benar sendiri. kalau Dia nggak ada, mungkin frustating moment yang kami alami lebih parah lagi hehehe

keberadaan-Nya makin terasa saat kami main pipa bocor. seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, kami mengalami another frustating moment. sampai akhirnya banyak banget orang yang bantu, meski awalnya saya tahu beberapa di antara mereka males ikut basah-basah. saya terharu. :")

kehadiran-Nya juga saya rasakan setiap kali kami diberi sesuatu. apalagi ketika kami diberi dua botol air mineral ukuran 1,5 liter. yang membuat saya terharu adalah karena mereka semua memberi dari kekurangannya. mereka yang "miskin" justru memberi lebih banyak. mereka lebih kaya, karena mereka mau dengan ikhlas memberikan sesuatu pada kami, bahkan jauh lebih banyak dari ekspektasi kami. 

saya jadi ingat kisah di injil tentang janda miskin dan dua keping dinar. saya merasa persis seperti itulah yang mereka lakukan. mereka memberi yang terbaik yang bisa mereka berikan. dan mereka, dengan apapun yang telah mereka lakukan, menjadi sarana cinta Tuhan bagi saya dan teman-teman. 

dalam perjalanan itu, saya dan teman-teman sempat menemukan sebuah masjid. seorang teman yang Muslim, Enno, sedikit kami "paksa" untuk sholat di masjid itu. sebenarnya itu alibi juga supaya kami bisa duduk dan istirahat di masjid itu. duduk di masjid itu, membuat saya merasa adem dan damai. seketika saya ingat beberapa insiden intoleransi yang akhir-akhir ini terjadi, khususnya di Jogja. saya miris.  sambil duduk dan ngobrol dengan teman-teman, dalam hati saya harap rasa adem dan damai yang saya rasakan di masjid itu juga tetap terasa di Jogja dan seluruh penjuru Indonesia. 

Dia juga ada sepanjang perjalanan. kebetulan saya dan Bagas lebih sering berada di belakang saat berjalan, dan seringkali kami mengingatkan agar "matanya jelalatan", supaya nggak ada rafia penunjuk jalan yang terlewat dan nggak salah jalan. Dia membantu kami untuk melihat rafia-rafia penunjuk jalan, yang kadang dipasang agak nggak kasat mata. selain itu, keluarbiasaan-Nya juga kami rasakan ketika kami mengagumi alam ciptaan-Nya. kami lihat laba-laba yang besar banget, bunga-bunga yang cantik yang nggak selalu bisa kami temui sehari-hari. kami juga menemukan rumah-rumah kece yang bisa jadi inspirasi rumah kami di masa depan hahaha :D

refleksi saya pribadi, menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul post ini, Dia ada di manapun. Dia hadir lewat orang-orang di sekitar saya. lewat teman-teman SLPers batch seven, lewat para pendamping, lewat kakak-kakak SLPers batch six, lewat para pedagang yang menyediakan diri kami bantu, lewat mereka yang dengan sukarela memberi kami sesuatu, lewat alam yang kami jumpai, pun lewat teman saya yang melontarkan pertanyaan ini.
Dia selalu ada, masalahnya apakah kita berhasil merasakan kehadiran-Nya atau engga. *kemudian saya merasa sangat Jesuit* :))


selamat mencari dan menemukan Dia dalam segala!


Kamis, 19 Juni 2014
Yogyakarta (yang semoga tetap) berhati nyaman

mumpung libur,

vania

18 Juni 2014

pembekalan menjadi pribadi tangguh

halo semua! apa kabar? libur sudah tibaaa :D
meski begitu, liburan kali ini saya mungkin akan kurang bisa menikmati secara leluasa, karena ada gawean. beberapa waktu lalu, kebetulan saya keterima untuk mengikuti Service Learning Program, semacam KKN internasional gitu #eaaa
acara ini adalah kerjasama dari beberapa universitas dan kolese Jesuit se-Asia Pasifik. saya dan empat teman lain: Indri (PBI), Enno (Sasing), Bagas (Farmasi) dan Adhi (Psikologi) menjadi delegasi Universitas Sanata Dharma, sekaligus delegasi Indonesia, karena USD adalah satu-satunya universitas Jesuit di Indonesia :)

tanggal 14-15 Juni kemarin ada pembekalan SLP di Wisma Kinasih, Kaliurang. pembekalan diawali dengan pertanyaan, "Kenapa kamu mau ikut SLP?" yang dilanjutkan dengan sharing dari tiga dosen yang pernah mendampingi SLP sebelumnya: Pak Pras, Ms Tata dan Pak Chosa. Pak Chosa jadi pendamping kami tahun ini. mereka cerita banyak tentang pengalaman mereka selama mengikuti SLP. meski banyak hal yang kurang baik yang mereka alami, termasuk rasa sakit hati, namun cinta lah yang menguatkan mereka, dan harapannya, cinta itu pula yang dapat menguatkan kami ketika menghadapi berbagai tantangan selama rangkaian SLP #AMINbanget!

setelah sharing, sesi kedua diisi Mas Anton yang membantu kami memperdalam tema SLP 2014 ini, "Jesuit Education in the Frontiers of Greater Social Engagement". kami dikasih kasus untuk didiskusikan dan kami diminta bikin rancangan program berdasar kasus itu buat lima tahun ke depan. setelah berdiskusi, kami presentasi pakai bahasa Inggris! oh meeenn...

sesi serius-serius berakhir dengan makan siang yang nggak biasa. kami harus saling melayani, mulai dari mengambilkan makanan dan minuman, bahkan menyuapi juga. acara ini dilanjutin perkenalan lebih mendalam dari kami berlima. kami suruh cerita satu-satu tentang diri kami, dan boleh saling bertanya biar lebih kenal. kami melakukannya sambil berdiri, dan di akhir sesi ternyata jarak antara kami makin dekat :D artinya kami merasa nyaman, what a nice starting point :)
habis itu, kami berlima diikat jadi satu, kenceeeng banget, sampai sakit perutnya... kami berlima harus mencari kartu-kartu yang ada hurufnya, terus disusun biar jadi satu kalimat yang terdiri dari lima kata dan masing-masing kata terdiri dari tujuh huruf. kami puter-puter keliling halaman wisma dan ternyata ada beberapa kartu zonk alias emoticon atau tulisan "semangat!" #hadeh
akhirnya setelah bolak balik lamaaa banget, melebihi estimasi waktunya P2TKP, kami berhasil nyusun kalimatnya: pribadi tangguh bersiap menjadi relawan :)
setelah itu, kami main yang kedua: pipa bocor. bedanya, kami nyusun sendiri pipa-pipa kecilnya. dan mohon dicatat, kami cuma berlima. lagi-lagi kami lama banget untuk nyusun strategi, sejam sendiri ada kali. saya yang udah capek dan blank soal beginian lebih banyak diam, daripada makin ngaco. akhirnya sekitar jam 18:00 kami mulai masukin air ke pipa-pipa itu, dan awalnya pelaaan banget progresnya. mungkin karena geregetan, P2TKP bantuin ngutak-atik pipa kami hahaha terus mulai agak cepet progresnya. di detik-detik terakhir, tiba-tiba Pak Chosa bantuin, terus nggak lama yang lain juga ikut bantu, SLPers batch 6, Ms Tata sama Mbak Risca. saya terharu :") we are truly SLP family :") *lope lope di udara*

setelah itu, seharusnya ada sesi sama Romo Andalas. tapi ternyata ada kesalahan teknis, jadi Romo Andalas nggak datang. acara diganti sama Pak Adi. tiap orang dikasih suatu topik, terus masing-masing bikin cerita tapi harus nyambung sama cerita sebelumnya. yang paling mending dan cukup nyambung adalah cerita yang terakhir, Pak Chosa ikut main juga :))
jam 21:00 acara selesai, kami semua diminta untuk istirahat karena jam 02:30 kami sudah harus bangun! :O
nggak butuh waktu terlalu lama bagi saya untuk tidur. tapi nggak tau kenapa, sekitar jam 12:30 saya kebangun dan nggak bisa tidur lagi. begitu bangun jam 02:15 dan ngaca, saya makin jadi mata panda. untung saya nggak bisa kung fu #halah

bukan tanpa alasan kami dikumpulkan jam 02:30. bukan, bukan buat ngeronda atau jurit malam. kami diantar ke Pasar Pakem dan diberi tugas yang sederhana (untuk dikatakan): kami harus survive. kami dikasih waktu sampai jam 07:00 untuk dapat sarapan dan dapat bahan mentah untuk dimasak buat makan siang. kami nggak boleh bawa hp ataupun uang, jadi kami harus kerja. sampai di Pasar Pakem, kami cuma bisa bengong. kami shocked dan speechless, karena pasarnya sepi buangeeeet! awalnya kami atur rencana, satu orang paling engga harus ngumpulin sekian rupiah, meski nggak yakin juga bakal bisa dapet uang, secara kita cuma kerja berapa jam. kami muter-muter berlima, coba observasi sama keadaan pasar, coba tanya ke beberapa pedagang, tapi tawaran kami ditolak. akhirnya kami coba untuk membagi diri dalam dua kelompok yang lebih kecil: Adhi sama Enno, terus Indri, Bagas dan saya. setelah membagi diri, kami bertiga mulai cari-cari kerja. kami bantu seorang simbah untuk ngangkut sayuran ke sebrang jalan. meski nggak dapat apa-apa, tapi mulai ada harapan dan nggak terlalu pesimis lagi. mungkin karena kasihan karena tampang kami yang agak melas, pasutri pedagang di depan indomaret menolak bantuan kami, tapi si istri nawarin kami ngambil sayuran bebas. kami bengong. karena ditawarin terus, akhirnya kami ngambil sop-sopan dua plastik. tapi kami tetap nunggu di situ sambil terus tanya apa yang bisa kami bantu. seorang ibu pedagang yang nggak jauh dari situ menyarankan kami bantu ngepak-in sop-sopan yang lain. akhirnya kami bantuin, lega rasanya. dapat sedikit bahan buat makan siang :D
kami cari-cari pekerjaan lagi, terus Indri dapat. tinggallah saya dan Bagas. akhirnya saya tanya ke mbak-mbak, dapet dan tugasnya sederhana: mbitingi alias ngasih biting (lidi) ke bungkusan mie atau capcay yang mereka buat. saya kerja sendiri, Bagas duduk di dekat situ, tapi dia sempet pergi, bantuin ngangkut ketela yang berat banget katanya. Bagas duduk saja, dan ternyata vertigonya kumat. saya panik seketika. saya minta Bagas tetap duduk dan saya tetap kerja di situ. kerjaan saya sungguh sederhana, tapi capek juga, karena berdiri sekian lama. banyak hal yang bikin saya bingung dan speechless di situ. pertama, mereka jualan seharga 5000 untuk 8 bungkus, padahal porsinya lumayan loh. terus, Mbak Ani, yang bungkusin itu, ternyata juga kerja sebagai akuntan di JIH, dari Senin sampai Jumat, jam 8 sampai 5 sore. Mbak Ani tiap hari bantuin ibunya jualan di pasar itu dari jam 3 sampai jam 5. anak yang sungguh berbakti sekali ya :)
setelah saya selesai bantuin, Mbak Ani nawarin makan. akhirnya saya dikasih 4 bungkus capcay, 2 bungkus urap, 1 botol air mineral 600ml terus dikasih 2 sendok juga. saya kaget, perasaan apa yang saya lakuin sederhana sekali, tapi imbalannya kok banyak banget. di sini saya berefleksi, ternyata nasib orang nggak ada yang tau. Adhi dan Enno dapet kerja duluan, tapi selesainya belakangan, nah saya sama Bagas dapet kerja terakhir, tapi selesai duluan dan mendapatkan sesuatu yang berharga banget buat kita berlima. saya dan Bagas pun muter-muter lagi untuk cari pekerjaan lain. tapi sekitar jam 4, pasar masih sepi, ternyata karena ada nyadran, jadi banyak yang libur. kami muter sekali, tapi nggak dapet apa-apa. ada juga jual kembang, tapi kami nggak berani nawarin bantuan. ntar kalau dikasih kembang, masak kita suruh makan kembang? #halah
akhirnya setelah muter sekali lagi, kami coba nawarin bantuan ke ibu-ibu penjual sayur. lagi-lagi, tugas kami sederhana: masukin buncis ke plastik. kami sempet diledekin ibu-ibu, "wah, apoteker kok mlastiki buncis!" dan "wah calon psikolog megang buncis!" tapi ya namanya juga hidup, buuu :))
jam 6 lewat semua udah selesai kerja dan dapat imbalan masing-masing. selain yang sudah saya sebut di atas, kami juga dapat jamur untuk makan siang, pisang satu sisir, tahu krispi siap makan, bakpia sebungkus,  dan susu kedelai lima plastik. ternyata Adhi secara nggak sengaja bawa uang di jaketnya. kami pun rencana beli bumbu buat masak, setelah tawar-tawaran secara internal, kami memutuskan beli 1000, tapi ternyata dikasih gratis! mungkin karena kami saking melasnya ya hahaha :)) jadi, untuk makan pagi dan makan siang kami hari itu, kami keluar nol rupiah! #bangga

setelah sarapan, kami kumpul dan dikasih tugas selanjutnya: jalan kaki dari Pasar Pakem ke Wisma Kinasih Kaliurang dengan mengikuti rambu-rambu yang sudah disediakan: rafia yang diikat sedemikian rupa. kami pun diminta mengumpulkan kertas yang sudah disediakan panitia di sepanjang jalan yang akan membentuk sebuah kalimat dari delapan kata. di jalan, kami sempat mengalami hal yang menyenangkan maupun nggak menyenangkan.
SLPers batch 7: Bagas - Adhi - Indri - vania - Enno :D
hal yang menyenangkan dan bikin speechless adalah ketika kami mau menukar bakpia yang kami miliki dengan air mineral. percobaan pertama gagal. percobaan kedua, kami bertemu dengan seorang ibu pemilik warung, kami cerita kami ini siapa, tujuan kami ada dan sebagainya, terus ibu itu bilang, "Oh ya ya ambil aja, pilih aja mau yang mana." kami bengong. belum selesai kebengongan kami, si ibu mengambilkan dua botol air mineral 1,5L untuk kami, dan beliau juga menolak bakpia kami. saya terharu. ternyata masih banyak banget orang baik di dunia ini. dan Tuhan seringkali ngasih lebih dari yang kita minta. hidup itu penuh kejutan. meski kadang kejutan yang kami terima juga kurang menyenangkan. kami sempat salah jalan. bukan salah kami sebenarnya, karena tanda yang sudah disiapkan dipotong warga pemilik rumah #tepokjidat
kami salah jalan dan harus melewati jalan yang menanjak lagi. posisi kami saat itu sudah lelah dan semangat serta mood kami langsung drop. tapi kami tetap saling menyemangati dan bilang, "Namanya juga hidup, nggak ada tombol undo atau restart". dan kami pun sadar bahwa hidup itu kayak jalan di Kaliurang yang berliku-liku. tapi ya harus tetap dijalani.
satu hal yang bikin saya bertanya-tanya. sepanjang jalan kami berlima ini nggak ada yang nggak ngeluh. entah ngeluh capek, panas, ngantuk, bahkan kami juga sempet heboh ngrasani dan nggosip (HAHA). tapi toh kami tetap jalan dan mengikuti rambu, nggak cari jalan sendiri yang kami tau lebih singkat, tapi tetap mengikuti prosedur yang ada. kok ya mau-maunya kami disuruh begini, kok ya bisa-bisanya tetap bertahan. kami pun berefleksi, “Ya, inilah hidup. Dan ini yang kita pilih, maka konsekuensi dari pilihan itu juga harus kita tanggung. Meski awalnya tugas ini tampak sangat berat dan bahkan tampaknya tidak mungkin, tapi akhirnya toh kita bisa juga, karena kita tahu kita nggak sendiri. Kita di sini tim, bahkan kita keluarga. Maka ya, kebersamaan dan cinta itu yang menguatkan kita dalam perjalanan ini. Dan semoga kebersamaan itu pula yang selalu menguatkan kita untuk berproses bersama selama setahun ini."
begitu sampai di Wisma Kinasih Kaliurang, kami pun meneriakkan kalimat dari kata-kata yang kami kumpulkan, "We are SLPers batch seven, yes we can!"

bersama Pak Chosa :D
pengalaman dalam pembekalan ini mungkin cuma bisa dialami sekali seumur hidup, dan pengalaman ini bagi saya adalah sesuatu yang berharga. pembekalan ini, selain menjadi sarana saling mengenal bagi SLPers batch 7, juga bikin saya pribadi mengenal lingkungan sekitar. saya baru tau kalau ternyata di Kaliurang ada tempat latihan pacuan kuda dan kudanya gagah banget! terus ternyata sepanjang rute yang kami lewati, banyak rumah yang memelihara anjing, dan mirisnya ada yang pelihara husky tapi sayangnya kurus banget...

well, semoga pembekalan ini, minimal, bisa jadi salah satu hal yang menguatkan saya dan teman-teman dalam berproses bersama selama setahun ini. semangaaat! it's just the beginning, guys! :)


Wednesday, June 18, 2014
one of SLPers batch seven,
Stella Vania Puspitasari

16 Oktober 2011

10

I'm never gonna say goodbye
Cos I never wanna see you cry
I swore to you my love would remain
And I swear it all over again and I
I'm never gonna treat you bad
Cos I never wanna see you sad
I swore to share your joy and your pain
And I swear it all over again
(Swear it Again - Westlife)

bukan, postingan ini dibuat bukan karena galau nggak nonton konser Westlife.
ya meski zaman kelas 2 SD aku selalu muter VCDnya sebelum berangkat sekolah, tapi aku bukan fans fanatiknya Westlife kok *lalu apa artinya semua itu tadi?* :))

well, aku punya cerita singkat soal seorang temanku. beberapa hari lalu aku ketemu dia dengan pacar barunya. dan yang bikin kaget, pacarnya itu brondong, dan dia baru tatap muka 2 hari sebelum dia jadian :O
sebelumnya sih mereka udah smsan, tapi tetep ngagetin aja, baru 2 hari yang lalu kopi darat, trus jadian. meski aku merasa ini terlalu cepat dan bukan merupakan keputusan yang bijak, tapi sebagai seorang teman aku sih mendukung aja, demi kebahagiaan temen ini, apalagi mereka yang lagi kasmaran, kata orang sih dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak.
belum sempet aku tanya-tanya lebih jauh sama temenku, tetiba aku baca di twitternya dia udah putus. Hanya berumur 13 hari,dan harus berakhir, begitu dia tulis.

kaget pastinya. tapi sebenernya aku udah menduga hubungan mereka nggak lama. bukannya gimana-gimana, tapi waktu pdkt-nya singkat banget.
lha wong yang pdkt-nya lama aja belum tentu mulus kok #eh

ngomong-ngomong soal pdkt, aku dan Akang pdkt-nya kudu setahun dulu :))
eh tapi yang bener-bener pdkt beneran tuh sebulan dink :p

dan hari ini, tepat 10 bulan aku dan Akang jadian :D
buanyaaaaak buanget hal yang terjadi selama sepuluh bulan ini. dan aku bersyukur karenanya. sebuah proses pendewasaan bersama, dengan menempuh jalan sempit, terjal, dan berliku. ya, meski baru sepuluh bulan, tapi proses yang kami alami udah begitu banyak :)
see? pdkt yang lama juga nggak menjamin hubungan mulus lho :)

tapi sekali lagi aku bersyukur.
Tuhan tau banget apa yang aku, Akang, temanku dalam cerita di atas, dan masing-masing dari kita butuhin.
Tuhan tau banget bagaimana mendidik kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tuhan tau banget gimana bikin kita bener-bener belajar dan mengambil hikmah sehingga ilmu kita bertambah.
God knows us so well, friends. believe that :)
maka, disyukuri aja semua yang terjadi dalam hidup kita. Dia punya maksud :)

well, potongan lagu di atas bukan cuma sekedar janji. tapi juga butuh bukti. ini bukan kampanye, yang biasanya janji-janji yang dilontarkan jadi omong kosong doang di belakang #eaaa
ini fakta dan realita,
I'm never gonna say goodbye, I'm never gonna treat you bad, I swore to share your joy and your pain, Akang :*


baru sepuluh bulan,
16 Oktober 2011

with love,
Neng :3

03 Mei 2011

farewell party

Kamis, 28 April 2011
perpisahan di ASMI (lagi!)
yaaahh, meski perpisahannya lagi-lagi di ASMI *hmm sebenernya agak bosen tapi ya mau gimana lagi* tapi ini agak istimewa, karena aku dan temen-temen kelas 12 yang lain yang 'dipestakan' lah yaa istilahnya. ini adalah acara perpisahan bagi kami, seluruh siswi SMA Stella Duce 1 yang akan lulus (#AMINbanget!)
agak nggak biasa, perpisahan kali ini didahului dengan misa berbahasa Inggris, misa Paskahan gitu ceritanya. setelah itu baru deh acara pensinya dimulai. yaa biasa, ada yang garing, tapi nggak sedikit juga penampilan yang seru dan menghibur.
tapi di luar semua itu, ada satu penampilan yang akan selalu terkenang dan sungguh jadi kejutan. selain penampilan spesial dari para guru yang nari *setiap ada acara pensi, guru-guru selalu mempersembahkan sesuatu, mantep!*, ada satu lagi, yakni beberapa perwakilan kelas 12 *yang sebentar lagi akan lulus* memberi sebuah penampilan spesial yang nggak diketahui sebelumnya, sebagai perwujudan maaf pada adek kelas dan para guru sehubungan dengan suatu masalah yang terjadi sebelum UN. apa masalahnya? yaaaa adalah :P
dan ini dia lagu yang kami nyanyikan:
Firework - Katy Perry
Do you ever feel like a plastic bag
Drifting throught the wind
Wanting to start again

Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards
One blow from caving in

Do you ever feel already buried deep
Six feet under scream
But no one seems to hear a thing

Do you know that there's still a chance for you
Cause there's a spark in you

You just gotta ignite the light
And let it shine
Just own the night
Like the Fourth of July

Cause baby you're a firework
Come on show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y

Baby you're a firework
Come on let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em fallin' down-own-own

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you're reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite the light
And let it shine
Just own the night
Like the Fourth of July

Cause baby you're a firework
Come on show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y

Baby you're a firework
Come on let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em all in awe-awe-awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through

beberapa perwakilan kelas 12 menyanyikan sambil membawa bunga mawar, lalu turun panggung, memberikan bunga mawar itu ke adek kelas, menarik mereka maju ke depan dan menyanyi bersama. ah, sooo touching :)
dan setelah itu semua menyanyikan Mars Stece. udah mau nangisss rasanya. farewell party terakhir men! dan diadakan untuk kami! terharuuu :")


let's say GOODBYE to STECE, karena kita LULUS! :D

vania - stece 2011

31 Desember 2010

sekilas tentang 2010 :)

hari ini hari terakhir di 2010 :D
beberapa hari terakhir twitter ramai dengan tweets ber-hashtag #2010memories dan #2011wish
aku juga nulis beberapa, tapi bukan itu yang akan aku copas di sini :)

well, baru aja aku baca-baca postingan blogku selama 2010. sebagian kejadian tertuang di sana, lebih banyak lagi kutulis di twitter, dan beberapa juga tersirat di facebook.

intinya, tahun 2010 ini adalah tahun yang benar-benar membuatku belajar untuk semakin dewasa. perputaran roda kehidupan di tahun ini seringkali cepat, sehingga proses pembelajaranku pun berjalan cepat dan banyak hal yang kupelajari.

tahun ini menjadi tahun di mana aku sempat mengikat diri, lalu jatuh terperosok dalam dan sangat jauh, sehingga aku sendiri merasa diri paling nista, paling berdosa, bahkan merasa begitu jauh dari Tuhan. namun dengan cinta-Nya yang luar biasa, Ia menarikku keluar dari keterperosokanku itu, dan dengan cepat membangkitkan aku lagi. Ia nggak ninggalin aku, bahkan berusaha selalu mendekatiku. aku berbuat suatu kesalahan yang menurutku begitu besar, hingga aku tak layak menghadap-Nya, tapi akhirnya aku sadar dan mohon ampun. Dia nggak cuma mengampuniku, bahkan memberikan hadiah yang begitu indah padaku.

tahun ini menjadi tahun di mana aku sempat begitu menutup diri dan bahkan membenci beberapa orang. aku menggembok pintu hatiku, dan mengabaikan mereka yang mengetuknya. tapi di tahun ini pula, aku berhasil membuka gembok itu, dan ternyata aku mendapatkan hadiah yang begitu indah :D

tahun ini menjadi tahun di mana aku harus belajar lebih banyak lagi mengenai tanggung jawab, terutama pada hal yang telah dilakukan atau ditulis atau diucapkan. dan juga soal menyelesaikan tanggung jawab yang dipercayakan padaku. banyak yang kelewat tahun ini :(

tahun ini menjadi tahun di mana Abel pulang ke Surga.. sedih, tapi bahagia juga karena Abel pasti udah jadi malaikat paling bahagia yang dengan hebohnya berhasil ngobrak-abrik Surga sana :))

tahun ini menjadi tahun perjumpaanku dengan begitu banyak pribadi baru yang sungguh membantu proses pembelajaranku tentang kehidupan : Omor, orang-orang Kolsani, Pingiters, Anak Pingit, Bhakti Luhur, Romo Kristi, temen-temen 12 IS 3, temen-temen Ken Arok, EKM Stece, EKM Kobar, anak-anak Papita baru, temen-temen Rebon, Tweeps, temen-temen Seminari Mertoyudan yang sekarang udah pada mentas, temen-temen Tablo, Romo Seno, Mudika Rayon Kota, temen-temen POTA, temen-temen XL dan semuanya saja lah :D *banyak ternyata*

tahun ini menjadi tahun pengenalan lebih dalam dan berdinamika dengan beberapa pribadi yang sebelumnya hanya tahu permukaannya saja : Andre, Ocha, Lisa, Keluarga Bawang xD *Dita - Dista*, Happy Family *Nana, Nina, Yessi*, temen-temen Balsem Gosok, temen-temen 12 IS 3, temen-temen Papita, temen-temen EKM Kobar, temen-temen Mudika Kotabaru, beberapa TheJesuits, EliAnna dan keluarga, Mbak Tha, Mas Don, Mbak La, Billy, anak dan guru #stece, dan masih buanyak lagi :)

terima kasih untuk semua pembelajaran yang boleh kualami tahun ini, Tuhan :)
dan terima kasih untuk Anda sekalian yang sudah membantu proses pembelajaran selama setahun ini, semoga kita bisa terus saling membantu di tahun-tahun mendatang :)

thanks 2010, atas semua tangis dan tawa, atas semua jatuh dan bangun, atas semua kegagalan dan keberhasilan :)
dan semoga di 2011, kita nggak terjatuh lagi di kesalahan yang samaaaa #MendadakKerispatih :))
yaa, moga kita bisa move on dari segala keburukan di 2010, dan bisa jadi jauuuuuuh lebih baik lagi di 2011 :)

Tuhan, tetap genggam tanganku yaa :)
dan untuk Akang, terima kasih udah jadi kado terindah di akhir tahun 2010 ini, janganlah berakhir, tetaplah seperti ini :)

selamat menyambut tahun yang baru dengan berbagai harapan baru!



penghujung tahun 2010,
Yogyakarta,
Stella Vania :)

24 November 2010

karma

i do believe in karma. semua yang kita lakukan, semua yang kita katakan, semua yang kita perbuat akan ada balasannya ke kita. jika kita melakukan kejahatan, kita akan menerima kejahatan. sebaliknya, jika kebaikan yang kita lakukan, kebaikan pula yang akan kita terima.

mungkin karma itu pula yang aku alami sekarang.
aku ingat, beberapa waktu lalu aku pernah begitu membenci dua orang, karena aku lebih dahulu merasa mereka membenciku. aku ingat, beberapa waktu lalu mereka terlihat begitu menyebalkan, bahkan melihat nama atau foto mereka pun rasanya males buanget, benci buanget. dan semua itu karena aku begitu cemburu, oke singkatnya karena masalah cowok.

dan karena cowok -yang sama- pula, aku merasakan kebalikannya. aku nggak tau angin apa yang membuat orang itu mengeluarkan berbagai unek-uneknya. tapi ya sudah, toh itu hak dia.

aku nggak marah, cuma kaget dan bingung kenapa ini bisa terjadi. tapi ya sudah, mungkin ini memang karma.
ya memang roda kehidupan berputar terus. beberapa hari belakangan ini begitu banyak tawa dan kebahagiaan yang kualami, dan mungkin saatnya roda kehidupanku mulai bergerak turun. it's okay, karena aku yakin suatu saat rodaku akan bergerak naik lagi.

well, meski aku nggak tau apa salahku, aku minta maaf untuk semua hal yang pernah aku lakukan. maaf kalo aku ganggu hubungan kalian, maaf kalo aku banyak salah kata, maaf kalo apa yang pernah kulakukan di masa lalu membawa dampak buruk untuk kalian sekarang. seriously, aku nggak pernah sekalipun bermaksud begitu. sumpah, sumprit, mbok yakin demi apapun, aku rela, restu, ikhlas, ridho dengan hubungan kalian.

aku nggak tau apa salahku. kalo aku beneran salah, just let me know girl, dan aku akan berupaya sepenuh tenaga untuk menyelesaikannya. aku juga nggak mau ganggu hidupmu kok, aku juga nggak mau ganggu hubunganmu sama dia kok, dua-duanya nggak ada gunanya buat aku.

once again, sorry for everything.
kthxbai.


*pesan moral : hati-hati sebelum berkata maupun bertindak, semua ada karmanya, waspadalah! waspadalah! #AlaBangNapi #eaaa :))

25 Juli 2010

berkaca

pernah nggak lost contact sama orang yang pernah deket banget sama kita ?

banyak kasusnya. entah yang harus sekolah, kuliah atau kerja di luar kota dan nomornya hilang, atau ganti nomor dan nggak tau nomornya yang baru, sampai -yang bikin miris- pisah sekolah atau kelas tapi jadi nggak pernah tegur sapa. sakiittt rasanyaaa.. apalagi kalo pernah deket banget. ya nggak sih ? :)

dijauhi. entah beneran atau cuma perasaan, rasanya nggak enak banget. bahkan oleh orang yang belum dikenal sekalipun. tapi jauh lebih nggak enak ketika yang menjauhi adalah mereka yang pernah begitu dekat dengan kita. dan sangat teramat jauh lebih nggak enak lagi, ketika kita nggak tau alasan mereka menjauhi kita.

sebagai manusia, seringkali kita merasa diri benar. seringkali kita lebih banyak menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita. ketika kita dijauhi, atau dicuekin, atau dihindari, kita kerap menganggap bahwa orang lain yang salah menilai kita. orang lain yang punya masalah sama kita. orang lain yang nggak tau gimana caranya berteman dengan kita. padahal ada ungkapan 'nggak akan ada asap kalau nggak ada api'. nggak akan ada akibat kalau nggak ada sebab. yes or no ? :)

yeah, ngaca itu penting banget. bukan ngaca dalam arti yang sesungguhnya, tapi maksudnya melihat ke diri kita sendiri, introspeksi diri maksudnya. karena gimana pun, hukum karma selalu berlaku bagi siapapun. selamat berkaca ! :D

03 Juli 2010

enam. lima. empat. tiga. dua. SATU.

dalam suatu kesempatan, seorang guru pernah meminta teman-teman dan aku untuk menuliskan nama teman yang paling akrab. tak sedikit yang menuliskan: semua teman sekelas. lalu pada kesempatan berikutnya, guru tersebut berkata, "Yang saya maksud adalah teman-teman yang benar-benar akrab, yang sering kalian ajak bicara, terutama masalah pribadi kalian. Kan nggak mungkin tiba-tiba kalian dateng ke kelas pagi-pagi lalu teriak di depan kelas : EH YA AMPUN, AKU BARU DIPUTUSIN COWOKKU ! Dan langsung nangis-nangis di depan kelas. Kan nggak mungkin. Kalian pasti punya teman yang benar-benar akrab."

ya, begitulah. kita pasti punya teman untuk diajak bicara, teman diajak berbagi cerita, teman yang bisa menyimpan rahasia, dan itu hanya orang-orang tertentu saja. orang-orang itu pasti dekat, sering bareng, dan seakan membentuk kelompok sendiri. kalau bahasa sosiologi-nya : in-group. lalu seringkali kelompok itu disebut 'gank', dipandang sebagai sebuah kelompok yang kompak, dan ketika yang satu 'menghilang', pasti yang lain akan ikut ditanyai, ke mana perginya si satu orang tersebut.

ketika SMP, aku akrab dengan teman-temanku, dan jumlah kami 6 orang. tapi satu orang dari kami nggak selalu bersama, dan kami ber5, jadi lebih akrab. karena satu dan lain hal, aku sempat merasa sedikit menjauh dari teman-temanku itu, dan seketika aku sadar, 4 memang lebih baik.

waktu berjalan, dan di SMA, di komunitas yang berbeda, aku kembali memiliki teman-teman akrab. awalnya berlima, namun menyusut menjadi 4, dan aku semakin yakin bahwa 4 memang jauh jauh lebih baik. angka 4 itu bertahan cukup lama, walau tak jarang hambatan dan rintangan menghadang. sampai akhirnya, entah hanya perasaanku saja atau memang kenyataannya begitu, tapi satu orang menjauh, dan mungkin memang angka 3 lebih membawa keberuntungan. maka walau dengan berat hati, akhirnya satu dari kami menjauh, entah kenapa. dan seiring berjalannya waktu, satu dari kami bertiga ngikut si satu orang yang menjauh itu, sehingga tinggal aku dan satu temanku, tinggal 2 orang. dan akhirnya entah bagaimana ceritanya, hingga aku merasa benar-benar sendiri. hanya 1.

seringkali aku sampai pada suatu pemikiran bahwa satu memang yang terbaik. sendiri memang jauh lebih baik. tapi kemudian aku sadar, manusia nggak akan bisa hidup sendiri. kita, sebagai manusia, pasti membutuhkan orang lain dalam hidup. dan benar saja, sendiri, kadang menjadi suatu hal yang tidak mengenakkan, meski kadang kita memang butuh waktu untuk sendiri.

jadi, kirim aku malaikatmu biar jadi kawan hidupku .. dan di dunia ini aku tak ma(mp)u sendiri ..



Yogyakarta,
dalam suatu kesendirian