selain cerita si bintang

15 Juli 2011

a lil bit about leadership :)

sebagai ketua atau penanggung jawab, rasanya pasti pengen yang terbaik donk ya. pasti rasanya pengen beres semua. sampai-sampai apa aja dikorbanin biar projek itu cepat kelar dengan sukses. nggak jarang sampai semua hal dikerjain sendiri, bahkan yang bukan bagiannya. yaaa, nggak jarang aku juga ngelakuin hal itu sih. walau itu sebenarnya nggak bener. apalagi dalam sebuah tim, kan harusnya ada kerja sama, tanggung jawab dan kepercayaan. tapi kadang susah rasanya menahan diri untuk nggak ngelakuin itu. alasannya macem-macem: "dia lagi nggak bisa, jadi ya mau nggak mau aku yang ngerjain deh", atau "susah banget diajakin ngumpul. biar cepet selesai, aku garap sendiri aja", bahkan yang parah "cuma aku yang ngerti soal ini, they know nothing" waduuuhh... njuk kepiye kuwi...

ya, satu hal yang mungkin perlu diingat, kadang orang nggak ngelakuin kerjaannya, karena dia nggak tau apa yang harus dia kerjakan. nggak gampang memang untuk mengkoordinir orang lain, apalagi ketika mereka jarang bisa datang kalau diajak kumpul, dan agak susah untuk meluangkan waktunya demi projek itu karena berbagai kesibukan yang menghimpitnya. tapi, ketika seseorang bersedia untuk bergabung bersama sebuah tim, berarti semestinya dia punya tanggung jawab dan komitmen untuk itu.

aku mengibaratkan sebuah tim itu seperti tubuh manusia, dengan ketua atau koordinator sebagai kepalanya. tapi, tubuh kan nggak cuma terdiri atas kepala. tubuh juga punya anggota lain. dan nggak semua hal bisa dilakukan oleh kepala aja. itu pula yang semestinya terjadi di sebuah tim. nggak cuma ketua atau koordinatornya aja yang kerja, tapi semua.

nah tapi, kalau yang terjadi adalah hanya satu dua orang yang bekerja, pasti terjadi suatu kesalahan di situ. jangan buru-buru nyalahin orang lain yang 'kabur' dari tanggung jawabnya lho. introspeksi diri dulu better than langsung nuduh atau nyalahin orang lain. bisa jadi, anggota tim itu pada mogok karena mereka merasa nggak perlu kerja. mungkin dalam hati mereka ngomong, "ah percuma juga aku kerja, aku nggak tau apa-apa kok, dia sendiri ngerjain bisa, ngapain aku ikut-ikutan, daripada salah", kita terlalu asik kerja sendiri biar cepet selesai dan beres semua, gitu. atau mungkin, mereka pada mogok karena punya kesibukan atau acara lain yang nggak bisa ditinggal.

kalau menurut pengalaman, mempertahankan sebuah tim itu sebaiknya dimulai sejak awal hingga akhir. sebuah tim itu dibentuk untuk bekerja bersama-sama, dan kita sebagai yang diserahi tanggung jawab, sebisa mungkin mengkoordinir tim itu untuk berjalan bersama-sama, bukannya meninggalkan tim itu dan berjalan sendiri. karena ketika suatu saat kau merasa lelah, dan tim itu tidak ada di sampingmu, nggak ada tempat untukmu bersandar, dan kau harus mencari-cari. ketika mereka datang, mereka nggak tau apa yang harus mereka kerjakan, sedangkan kau pun nggak bisa mengerjakan atau menjelaskannya pada mereka. akhirnya ya nggak ada yang jalan.

satu lagi yang perlu diingat, pola pikir tiap orang itu berbeda-beda. dan sebuah tim, seharusnya dibentuk untuk saling bertukar pikiran dan saling melengkapi satu sama lain. jadi, kalau dari awal satu orang aja yang bekerja, akan repot kalau suatu ketika ada orang lain yang diminta melanjutkan pekerjaan satu orang itu.

jangan capek untuk minta bantuan sama anggota tim dan jangan mengandalkan mereka untuk datang sendiri. kadang, seseorang butuh lebih banyak pancingan agar dia mau datang dan membantu.

bukan mau menggurui atau nyinyir, cuma sharing aja kok :)



Jumat, 15 Juli 2011
sore-sore asik

stella vania :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar