selain cerita si bintang

09 Maret 2014

eling lan waspada

saya menemukan frasa itu di stiker sebuah helm di Pingit. Kamis kemarin, waktu saya mau menaruh tas dan helm di ruang tas, saya sempat melirik gambar Semar dan tulisan itu yang tertempel di sebuah helm itu. ajaibnya, setelah kegiatan di Pingit selesai, semua volunteer lain sudah mengambil helmnya, saya ingat helm saya masih di ruangan itu, tapi ternyata yang ada hanya helm itu, bukannya helm saya. 

helm yang tertukar
setelah itu saya pun agak sedikit panik. saya teringat cerita volunteer lain yang dulu pernah kehilangan helm. maklum, badan saya lagi capek, secara emosi juga lagi lelah, maka pikiran negatif otomatis saya langsung muncul. nggak cuma itu, saya pun langsung KSBB (kelingan sing biyen-biyen alias teringat masa lalu). memori saya tentang kehilangan barang atau barang ketinggalan, entah handphone, tempat pensil, jaket, tas, dan lain-lain. seketika saya langsung berpikir betapa pelupa dan cerobohnya saya!

eling lan waspada. frasa ini seakan-akan ingin mengingatkan saya, semacam jadi #NoteToMySelf gitu. lewat pengalaman dan frasa ini, saya diingatkan kembali untuk lebih menjaga barang-barang yang saya miliki. lebih luas lagi, saya merefleksikan frasa ini terkait kehidupan saya. saya diingatkan untuk juga menjaga sikap, menjaga perkataan, menjaga perilaku, menjaga komitmen, menjaga diri, menjaga hati ... 

intinya, saya belajar untuk lebih eling (ingat) pada setiap pilihan yang saya ambil, dan waspada (berjaga-jaga, siap siaga) untuk menghadapi segala konsekuensi dari pilihan saya. 

mari kita eling lan waspada! :)


Minggu malam,
9 Maret 2014

vania


ps: meski (stiker di) helm itu bisa membuatku belajar sesuatu, tapi I can't wait to see my own helmet :p 
dan yeah, saya sudah tau helm yang tertukar ini punya siapa :))

21 Januari 2014

untung internet ngadat~

Lebih dari seminggu belakangan internet di rumah saya suka ngadat. Putus nyambung. Nggak kayak saya sama Akang yang nyambung terus #eaaa :p

Hari Jumat lalu ada teknisi datang ke rumah saya, ceritanya mau ngecek yang rusak apanya dan mau dibenerin. Tapi setelah itu justru internet rumah saya nggak bisa dipakai sama sekali. Padahal saya sering banget pakai internet, apalagi di masa liburan ini. Saya yang nggak ke mana-mana, jadi bisa "keliling dunia" lewat internet. Meng-kepo temen-temen lewat facebook atau twitter, nyanyi bareng artis via youtube, sampai update berita tentang sang ibu negara dan instagramnya.
Beberapa hari tanpa internet saya merasa agak hampa. Kebetulan kemarin ada nilai saya yang belum keluar, makin deg-degan lah saya. Dan ternyata, beberapa hari tanpa internet saya kudet banget. Ini terbukti dari waktu tadi siang saya ngobrol sama beberapa teman tentang surat untuk ibu negara dan instagramnya, saya nggak tahu. #duhdek
Tapi di sisi lain saya merasa nggak ada internet hidup juga terus berjalan. Sebagai orang Indonesia (baca: orang Jawa), saya pun bisa bilang, "Untung internetnya ngadat.."
Maklum, salah satu kebiasaan (buruk) saya, terutama waktu liburan, adalah duduk berjam-jam di depan komputer atau laptop dan berselancar di dunia maya. Padahal kan harusnya waktu itu bisa dipakai buat hal yang lain, misalnya latihan motor, belajar masak, nyelesaiin papercraft, bikin kristik, apa kek gitu~ #selfjitak

Beberapa hari ini tanpa internet saya beralih ke buku. Saya membaca ulang beberapa teenlit yang pernah saya baca jaman SMP, lalu ngakak sendiri. Saya juga membaca dua buku yang kalau nggak saya sisihkan waktu secara khusus pasti nggak akan kebaca. Saya juga kerja, yeah! Bantuin mama sih tepatnya. Dan saya juga dolan. Akhirnya.

Kemarin hari Senin, 20 Januari 2014, saya semacam reuni bersama 3D: Dita, Dista, Donat! Mereka adalah tiga dari beberapa teman terbaik saya semasa SMA. Dolan sama 3D diawali dengan kumpul di Gereja St. Antonius Kotabaru, lalu ke SMA tercinta, dan langsung ke kantin :D
Setelah puas makan dan menyalami beberapa guru, kami pun cus ke Amplaz. Nggak kerasa tau-tau udah sore aja. Dolan sama mereka itu selalu sukses bikin saya ngakak! Tetep aja nggak berubah dari SMA , dan semoga selalu begitu deh, biar awet muda karena ngakak terus :))))
bersama 3D!
Hari ini pun saya kembali dolan, kali ini dengan rombongan dan destinasi yang berbeda. Kali ini tujuannya adalah candi, bersama beberapa “ahli candi”: Frater Kokok, Frater Heri, Mbak Anne, dan juga Mbak Jeje, Mbak Lusi dan Om Lemmu.  Kami pergi ke Candi Sari, Candi Kedulan dan Candi Kalasan. Oya, Aping & Anit “ikut” dolan juga :D

di Candi Kalasan bareng Mbak Anne, Aping dan Anit :D
Jelajah candi dan dolan bersama rombongan ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Dan seperti gambar yang saya temukan malam ini, saya pun menyadari bahwa “if you never try, you’ll never know” 
*kemudian nyanyi Fix You* :p

nemu di sini
Dua acara dolan ini, dan juga beberapa pengalaman sebelumnya, mungkin nggak akan saya alami, kalau internet rumah saya nggak bermasalah. Sederhana sekali. Saya terlanjur merasa nyaman karena toh dari rumah saya bisa “jalan-jalan” ke mana pun.

Syukur pada Allah, internet rumah saya sudah bisa jalan lagi hari ini. Dan nilai saya pun sudah keluar, jadi nggak harap-harap cemas lagi :D
Saya berharap sama diri saya sendiri, semoga sisa liburan ini bisa saya manfaatkan dengan lebih baik, nggak cuma ngendon di rumah dan jalan-jalan lewat dunia maya, tapi bisa melakukan sesuatu yang nyata, yang berguna bagi orang lain dan saya sendiri.


Selamat berlibur, bagi yang masih merayakannya! :D

Selasa, 21 Januari 2014

vania


31 Desember 2013

cerita sepanjang 2013 :)

Seorang teman berkata, "Salah satu tanda kedewasaan seseorang adalah berani meninggalkan kenyamanan."
Tahun 2013 ini bagi saya merupakan suatu proses menjadi semakin dewasa. Nggak cuma bagi saya, tapi juga beberapa orang di sekitar saya. Kakak dan Akang tahun ini lulus dan mendapatkan kerja, meninggalkan saya di Jogja yang berhati nyaman ini, pun dengan Mas Frater Surya yang mendapat tugas baru di Micronesia. Mereka adalah beberapa sosok yang berproses menjadi lebih dewasa tahun ini. 

Baiklah, mari merinci saja apa aja sih yang udah terjadi sepanjang 2013 ini :D

JANUARI
Kakak lulus! Yeay! Akhirnya pada semester ke-12, Kakak berhasil lulus juga :D
Dan bulan ini juga, saya sekeluarga untuk pertama kalinya jalan-jalan (bareng-bareng) ke luar negeri. Perjalanan yang agak  absurd ke Singapore.
liburan awal tahun yang manis :D


FEBRUARI
Kakak wisuda :D 
bahagiaaaa :D
10 Februari ada #EKMDIY, Ekaristi Kaum Muda dan Pentas Seni se-Kevikepan DIY. Kebetulan, saya jadi co.liturgi (lagi, untuk ke sekian kali). Bedanya kali ini saya bekerja dengan orang-orang baru yang kece banget! *salim sama Mas Yosi, Mas Heru, Mbak Iyas, Mbak Ela, Erika, Bertha, Mas Edi, Denny, Mas Eko, Mas Ayok, Mbak Ellen dan semuamuamuanya* :D

MARET
Menghadapi beberapa #AkuKuduPiye moment bersama temen-temen EKM, khususnya buat Ekaristi Paskah Kaum Muda. Terima kasih buat dinamikanya, temans! Terima kasih juga buat Romo Surjo, Romo Fajar dan Frater Sani yang membantu kami untuk menghadapi #AkuKuduPiye moment ini :D
tampang-tampang #AkuKuduPiye
APRIL
Kesibukan di bulan-bulan sebelumnya dan UTS bikin saya butuh menyegarkan pikiran. Maka, akhirnya setelah sekian lama, saya jalan-jalan bersama Akang. Self-rewarding gitu deh ceritanya :)

MEI
Seperti biasa, bagi saya, bulan Mei selalu penuh cerita. Bulan Mei ini saya berkesempatan untuk mengunjungi RSJ Grhasia, tepat ketika saya menginjak usia kepala dua.
PsyPals!
Oya, seminggu sebelumnya juga ada makrab pergantian pengurus EKM. Bertha dan saya lengser sebagai kordum dan korlit Tim EKM Kotabaru. Rasanya campur aduk. Seneng, karena berhasil menyelesaikan tanggung jawab dengan segala jungkir baliknya. Ada juga perasaan cemas, apa bisa saya benar-benar melepas EKM, saya "terlalu cinta" sama EKM. Tapi ya namanya juga hidup, kita nggak bisa selama-lamanya menggenggam sesuatu terlalu erat. 
Tapi meski sudah lengser di Tim EKM Kotabaru, di bulan ini saya juga bikin EKM lagi, kali ini EKM Psikologi di Gereja Pringwulung. Tempat baru, cara kerja baru, orang-orang baru, dan ini berarti adalah tantangan baru juga bagi saya. 
Three Loves One Life :)
JUNI
Kak Dea, salah satu kakak sepupuku, nikah! Kak Dea nikah di Jogja, dan nginep di rumah. Saya kebagian ikut rempong sebelum dan sesudah the day, seru ternyata :D
Event ini juga berhasil mengumpulkan (hampir semua) keluarga Esnawan, termasuk Kak Kla-Kak Steve-Kayden dari Aussie dan Kak Istas-Tomoyo dari Jepang :D
Esnawaners :D
Bulan ini juga banyak acara di Jogja, salah satunya FKY. Saya pun berhasil datang ke sana sama seorang tamu spesial: Omor! :D
Dan, Akang berhasil pendadaran bulan ini juga yihaaa :D
cieee gelarnya "S.T." :P
JULI
Pergantian pengurus Papita. Saya yang (ceritanya) jadi pendamping Papita bersama #GenkKepo (baca: Frater Sani, Angel, Febri) bantuin pergantian pengurus Papita. 
Juli juga identik sama Tahbisan Jesuit. Tahun ini, beberapa teman saya berubah sebutan dari Frater jadi Romo. Di antaranya Romo Fajar, Romo Surjo, Romo "Eyang" Windar, Romo Vico, Romo Andri :)

AGUSTUS
Akang wisuda :D
horeeee :D
SEPTEMBER
Ini bulan yang luar biasa banget. Serius! Di hari pertama, saya sudah ikut Raker Pingit.
Tiap tahun, Psikologi punya gawe sepanjang bulan September, namanya Psychofest. Tahun ini untuk pertama kalinya saya ikut kehebohan Psychofest dengan jadi panitia. Di sinilah proses "belajar menjadi lebih dewasa" saya mulai. Saya bergabung dengan kepanitiaan yang baru, dan lewat Psychofest ini saya jadi makin aktif di kampus, di tempat baru. Ini berarti pula saya mulai melangkah keluar dari "zona nyaman" saya, Mas Anto tercinta.
Bulan ini juga saya mulai LDRan sama Kakak dan Akang karena keduanya kerja di Jakarta :") #JamaahLDRiyah bersatu!

OKTOBER
Setelah heboh-heboh Psychofest, saya kira saya bakal bisa kembali fokus ke kuliah, tapi ternyata keriuhan yang lain sudah menanti. 
9 Oktober, ulang tahun si Yogyaswara istimewa. Sayangnya  kali ini saya tidak bisa menemaninya merayakan ulang tahun ke 23nya.
sederhana sekali :)
Awal Oktober juga ada ulang tahun Pingit ke 47 :D seru sekaliiiii! Ada jathilan, baca puisi, nyanyi-nyanyi dan lain-lain :)
Opa Henk dan anak-anak Pingit :D
Tanggal 13 Oktober, pendamping Papita mengadakan #PelantikanPapita, setelah sekian tahun tidak ada acara ini :D
para pendamping papita :D
Pertengahan Oktober, saya "diutus" oleh pihak fakultas untuk pergi ke Surabaya, ikut Olimpiade Psikologi 2. Karena persiapan yang mepet dan masih kepikiran UTS, jadi kami nggak menang deh. Tapi dari pengalaman ini saya belajar banyak hal, juga kenalan sama temen-temen baru :D
yang penting pose deh :")
Akhir Oktober, ada Baksos Psikologi di sekitaran Paingan. Dan tepat pada hari Sumpah Pemuda, ada pelantikan BEMF Psikologi 2013/2014, dan saya bergabung dengan BEMF menjadi co. SOSRO (Sosial Rohani), suatu bidang yang (katanya) "vania banget". Hari itu juga Tim EKM Kotabaru ulang tahun ke 13 :D
Hari terakhir Oktober juga puncak perayaan ulang tahun Kolsani ke 90. Sungguh bulan yang istimewa!

NOVEMBER
Bulan ini tidak kalah sibuknya dengan bulan September dan Oktober. Mengemban tugas baru di BEMF berarti juga harus menyiapkan strategi setahun ini mau ngapain aja. Bulan ini banyak yang kami lakukan, mulai dari konsolidasi, makrab BEMF dan OAT di akhir bulan. 
Di awal bulan saya juga "menjajal" sesuatu yang baru, yakni datang ke mangafest :D
Bukan tanpa alasan saya datang ke acara jejepangan ini. Saya datang karena #ApingAnitJualan! Datang ke acara ini membuat saya mengenal orang-orang baru yang kece-kece :)
bareng Om Lemmu :D
Bulan November (lagi-lagi) ada ekaristi kaum muda yang diberi judul Eucharist Youth Movement (EYM) di Karang Klethak. Bulan ini juga ada Rekoleksi Papita :D

DESEMBER
Bulan terakhir di 2013 ini saya isi dengan .... UAS #yeahmahasiswa
Seperti yang sudah pernah saya tulis, ada pameran media massa, dan seabrek laporan serta tugas lainnya yang mewarnai kehidupan mahasiswa semester 5 yang selo
Setelah UAS, saya kembali ke haribaan Tim EKM Kotabaru untuk mengacaukan membantu Ekaristi Natal Kaum Muda. 
Tapi satu hal yang menarik di penghujung 2013 ini, saya kembali ke kampus untuk membantu Reuni Akbar USD. Sungguh suatu momen berharga yang membuat saya belajar dan bertemu banyak orang baru, termasuk alumni yang pernah menjadi Ratu Kampus :D
Dan di hari terakhir tahun ini, saya pun tidak berniat menghabiskannya di Mas Anto seperti tahun-tahun sebelumnya :)

Yeah, begitulah. Tahun 2013 memang suatu tahun bagi saya untuk belajar keluar dari zona nyaman, untuk mencoba sesuatu yang baru dan mengembangkan diri dengan cara lain. 
Semoga di tahun 2014 saya bisa semakin dewasa. Resolusi saya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi semoga resolusi ini bisa benar-benar saya wujudkan, nggak hanya di mulut saja. 

Semoga tahun 2014 juga menjadi tahun yang luar biasa bagi kita semua. Selamat menyongsong 2014! :D

31 Desember 2013
15.05 WIB
Yogyakarta yang Berhenti Nyaman (semoga hanya untuk sementara)

Stella Vania Puspitasari


ps: kalau malam tahun baruan kena macet, sabar saja, nggak usah marah-marah, kasian 2013 ditinggalin dengan marah-marah. trus kalau malam tahun baruan di mana pun, jangan buang sampah sembarangan ya. mari sambut 2014 dengan hal-hal baik, dan semoga hal-hal baik juga yang datang pada kita! :D

04 Desember 2013

On The Speech

hai blog! lama nggak update :D
iyes, semester 5 ternyata bener-bener sesuatuuuuukkk, rasanya pengen berkali-kali #PuraPuraMatik

well anyway, kali ini saya pengen cerita tentang salah satu kerempongan di semester 5, yaitu di mata kuliah Psikologi Media Massa. dosen mata kuliah ini mewajibkan mahasiswanya buat bikin produk media massa tertentu, jadi kalau dia kelompok majalah ya bikin majalah, kelompok koran ya bikin koran, kelompok TV ya bikin (program) TV, dan seterusnya. terus, produk-produk ini bakal ditampilin di sebuah pameran yang kita bikin sendiri di kampus. kebetulan, saya adalah kelompok TV, jadi saya dan teman-teman bikinlah program TV. 

awalnya konsep kami adalah talkshow, semacam Kick Andy gitu, dan kami udah take juga. tapi ternyata, setelah diedit, rasanya ada yang ngganjel gitu, rasanya agak membosankan dan pesannya kurang tersampaikan.
maka, di H-2 pameran, kami pun ngerombak konsep dan ngulang dari awal. #JENGJENGJENGJENG #zoomin #zoomout #zoomin #zoomout #bersambung
hari Senin sore, kami bahas konsep baru dan sekaligus pembagian tugas. terus hari Selasa take cuma 15 menit karena keburu-buru kuliah, dilanjut ngedit sampai setengah sembilan malem, belum mandi, belum makan, semua demi tuuuuu...gaaassss #gebrakgebrakmeja

okay, mari kembali fokus. 
akhirnya jadi lah itu program yang kece! dan meski awalnya agak pesimis bakal kekurangan penonton, ternyata kekhawatiran itu nggak terbukti. penontonnya banyak bahkan tempatnya sampai nggak cukup! #terharu :")
penonton yang super sekali :D
abis pameran selesai, saya yang sudah punya niat upload video itu ke Youtube ngedit videonya sedikit, sekedar buat nambahi "courtesy: Youtube" gitu. eh malah keasyikan dan menambah kekecean video itu, yeee nggak dari kemarin! #selfjitak

dari pengalaman ini, banyak banget hal yang saya dapat. yang pasti, saya belajar untuk pakai audacity dan movie maker, dan saya berhasil! horeee :D

pemirsahhh, sebelum nonton videonya, saya mau berterima kasih, khususnya buat temen-temen kelompok saya yang luarrrr biasaaaaa: Vivi, Brama, Chacha, Yunis, Rara :D


the deadliners :p

silakan mas mbak adek kakak om tante semuanya saja, nonton videonya lalu jangan lupa kasih komentar ya, kami menerima segala cacian maupun pujian kok :")

dan inilah saatnya *drum roll*
kami, kelompok TV kelas B 2011, dengan bangga mempersembahkaaannn~~~
ON THE SPEECH! *empuldemdemdem*



Yogyakarta, 4 Desember 2013
salah satu Anak Gaul Jogja,

vania :p

15 Oktober 2013

lagi-lagi tentang ketukan :)

hari ini, sekitar jam 14:50, sekelompok anak kecil (dan beberapa remaja) lewat depan rumah saya sambil mengumandangkan gema takbir. mereka kemudian membuka pintu pagar dan berteriak-teriak memanggil kami yang ada di dalam rumah untuk membukakan pintu. mungkin, mereka ingin meminta salam tempel. mereka pun mengetuk pintu rumah saya. tidak lama mereka pun keluar lagi dan pergi, memang saya dan mama tidak memberikan respon apapun pada mereka, seperti menjawab atau membuka pintu. jujur saja, saya heran ada tradisi macam ini di hari raya Idul Adha, karena setahu saya tradisi ini hanya terjadi di Idul Fitri. yang mengherankan berikutnya adalah, hal semacam ini, seingat saya, baru terjadi sekali ini. dari dulu hingga kini tidak ada yang datang untuk bersilaturahmi seperti ini, bahkan pada Idul Fitri. cerita macam itu hanya saya temui di cerita Lupus dan cerita anak-anak sekitar, dan yang mereka kunjungi pun hanya keluarga atau saudara-saudaranya.

bagi saya, kejadian ini unik dan blogpost-able, karena saya baru sekali ini menemuinya. hal ini membuat saya berpikir bahwa jika kita menutup hati, mata, telinga dari kejadian-kejadian di sekitar kita, kita tidak bisa membagi apapun dan orang yang di luar pun tidak mendapat apa-apa. saya berefleksi lebih dalam, jangan-jangan ketika saya mengalami kesepian atau kesendirian, bukan karena mereka, orang-orang yang di luar sana tidak mengetuk, tapi karena saya tidak mendengar, atau bahkan mengabaikan ketukan di pintu itu. 
mari kita lebih peka dan membuka mata, hati, telinga kita! :)

ini dia saya bagikan lagu yang kece buat sore-sore begini:
Mata Hati Telinga - Maliq & d'essentials


15 Oktober 2013
hari raya Idul Adha

*vania*

01 September 2013

kekepoan yang "menular"

hai blog-world! :D
hari ini awal bulan yang baru, September ceriaaaa, semoga aja beneran jadi bulan yang ceria ya :)

seminggu ini saya sudah masuk kuliah. semester lima. kata dosen dan kakak angkatan, ini adalah salah satu semester di mana saya akan merasakan peak experience. masa-masa mulai jenuh dengan rutinitas kuliah dan materinya makin abstrak, kalau nggak bisa dibilang makin susah. tapi ya semoga semester ini bisa saya taklukkan dengan mantap :)

dua minggu sebelum semester ini resmi dimulai, saya sudah setiap hari ke kampus untuk mengurusi macem-macem hal. seminggu pertama masuk kuliah, agenda saya padat, bahkan ada satu hari di mana saya seharian di kampus. padahal ini baru awal semester. sampai-sampai jarang sekali saya ketemu mama papa di rumah. 
padahal, minggu ini saya "hanya" membagi waktu untuk kuliah, kepanitiaan, Akang, dan Pingit. itu pun nggak full, artinya masih ada agenda Pingit yang saya bolos, nggak nemenin Akang makan-makan, nggak ikut rapat, dan lain-lain. padahal masih ada beberapa hal yang nggak saya urusi minggu ini, misalnya jalan-jalan sama mama papa, Papita, dan EKM. me-time (baca: browsing nggak jelas sambil tiduran di rumah) itu rasanya mewah. minggu pertama masuk kuliah sudah hectic. super sekali ya :D *fotocopy diri mana fotocopy diri*

kalo pinjem istilahnya Mbak Anne, salahmu dewe kepo kok di mana-mana?  *self getok*
buat saya, selama saya bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin, selama saya nggak (sering-sering) nyusahin diri sendiri, selama saya bisa menciptakan simbiosis mutualisme, nggak apa-apa sih. *self defense*   *rasionalisasi*

weekend ini, ada yang super banget: RAKER PINGIT. bukan, raker itu bukan perut keroncongan trus makan jadi sembuh. itu namanya laper. raker itu juga bukan yang bunyi keras buat bangunin orang tidur. itu namanya weker. raker itu adalah rapat kerja. sebuah agenda wajib tiap semester untuk bahas apa aja yang bakal dijalanin selama satu semester ini. kenapa saya ikut raker? jawabannya sederhana, karena saya kepo. ini serius, saya bukan care pol, tapi kali ini saya sungguh kepo.
begini. saya sudah pernah ke Pingit saat saya SMA, tahun 2010-2011. tapi itu nggak rutin. saat kuliah, beberapa kali  saya datang ke Pingit untuk bikin tugas. akhirnya, semester lalu saya berjanji pada diri saya sendiri saya akan rutin datang ke Pingit. janji saya nggak muluk-muluk. saya cuma berusaha datang ke Pingit setiap Kamis, karena kapasitas saya saat itu memang segitu. tapi ternyata rasanya waktu satu semester nggak cukup untuk saya mengenal Pingit. rasanya juga saya belum melakukan apa-apa buat Pingit. maka saya berniat untuk lanjut semester ini. meski kenyataannya, setelah dua minggu Pingit kembali dibuka, saya belum pernah sekalipun ke sana, dan langsung muncul di raker. saya kepo, apalagi yang bisa saya lakukan, apalagi yang bisa saya berikan untuk mereka, dan juga apalagi pelajaran hidup yang bisa saya dapat dari Pingit. 

saya belajar banyak dari raker ini. yang pasti, akhirnya saya tau lirik komplit lagu-lagu Pingit hahaha :D lha selama ini kalau nyanyi saya cuma nggremeng dan ngikutin anak-anak nyanyi.
saya juga belajar tentang apa saja yang bisa kita lakukan bagi mereka, sekecil apapun, pasti akan sangat berguna. kalaupun ternyata apa yang kita lakukan kurang membuahkan hasil, yang penting kita sudah mencoba dan sudah berusaha. saya menyadari bahwa kita semua, yang mendampingi anak-anak dan warga binaan di Pingit, semua adalah volunteer, artinya ya voluntary, tidak ada paksaan, tidak ada siapapun yang bisa memaksa kami untuk harus datang ke Pingit, untuk berbuat sesuatu untuk warga Pingit. tapi bagi saya, justru itulah seninya. jika apapun yang kita lakukan untuk Pingit benar-benar dari hati, rasanya tidak mungkin ada yang mengeluh, justru rasanya tertantang dan terus kepo. bagi saya, untuk sampai ke tahap merasa tertantang atau kepo ini memang nggak bisa instan. saya pun begitu, awalnya cuma kepo Pingit itu kayak apa, terus nggak pernah dateng lagi. terus juga pernah beberapa kali agak terpaksa ke Pingit buat garap tugas. sampai akhirnya saya berjanji pada diri sendiri untuk datang ke Pingit, sekalipun saya nggak punya cukup persiapan dan cuma ikut main-main di kelas.

satu hal yang cukup menarik bagi saya saat raker tadi. Frater Adri, koordinator Pingit, tadi menawarkan ide untuk membuat acara ulang tahunan Pingit. ketika ditawarkan siapa yang ingin jadi panitia, saya menawarkan diri menjadi humas. jujur saja, saya juga tidak tau apakah saya mampu menjalankan itu, karena urusan saya juga nggak cuma di Pingit aja. tapi ya itu tadi, saya cukup kepo. lagipula saya yakin saya nggak akan jalan sendiri, temen-temen volunteer lain kalau dimintain tolong saya yakin mereka pasti mau bantu kalau mereka bisa. maka saya menyimpulkan bahwa, semakin saya nggak kepo, semakin sedikit hal yang bisa saya berikan pada orang lain, dan sedikit pula pelajaran yang saya dapatkan.

tapi segala kegilaan volunteer di Pingit memang kudu saya acungi jempol. Frater Adri dengan pembangunan rumah-rumah dan pembinaan warga. Om Robet Lemmu dengan Aping & Anit, komik strip yang terbit tiap hari Senin *dan bakal nambah jadi hari Kamis juga*. Mbak Anne dengan Belik Pingit *buletin cilik Pingit* dan mengurusi beasiswa, juga surat-surat macam akta kelahiran, dan lain-lain. Mbak Icot dengan penelitian skripsi dan sekolah alamnya. Mas Sigit yang terpengaruh "Adrinisasi" lalu sempat menggantikan Frater Adri mengkoordinir Pingit. Mbak Jeje yang ahli ngajar di SD kecil. semua ini juga membuat saya kepo, kok bisa mereka se-kepo itu. ya mungkin kekepoan saya itu ketularan dari mereka. kayak kata Frater Adri sih, beliau mengurusi Pingit itu dengan serius, dan keseriusan itu menular pada Mas Sigit, pada Om Robet Lemmu, pada semua volunteer yang lain. mungkin keseriusan itu pula yang menular pada saya.

memang kadang, contoh nyata alias teladan jauh lebih penting dan jauh lebih berdampak dibandingkan kata-kata mutiara.
kata Frater Adri lagi, beliau hanya membutuhkan iman sebesar biji sesawi. kalau saya, ada tambahan, saya juga membutuhkan kekepoan setebal kertas HVS 80 gram *lu kate bikin laporan praktikum* :))

oya, jangan lupa like fanpage Aping & Anit yaaa :D follow twitter @ApingAnit juga :D
Aping
Anit
Aping & Anit

Minggu, 1 September 2013
anggota #GenkKepo
vania

*ps: ah, saya lupa menyampaikan jempol saya pada teman-teman PBM yang tadi juga ikut raker. bagi saya, teman-teman ini luar biasa, karena teman-teman ini sudah menyiapkan silabus per pertemuan, meski mungkin memang ada yang harus dibenahi di sana-sini, tapi silabus itu adalah panduan awal yang oke banget. memang menjadi idealis itu baik, tapi kita juga harus realistis. saya sendiri bukanlah orang yang lebih pintar dari teman-teman, bukan orang yang tau segalanya tentang Pingit, saya juga masih harus banyak belajar tentang Pingit, maka mari belajar bersama :) selamat bergabung dalam ke-kepoan dan keseriusan di Pingit, semoga menular ya :D semangat!

28 Juli 2013

ketuklah :)

Dia memang punya cara yang selalu unik untuk menyapa, menegur dan mengingatkan serta menjawab kegelisahan kita. nggak jarang cara-Nya bikin kita geleng-geleng bahkan ngetawain diri sendiri. 
seringkali Dia menyapa lewat lagu-lagu yang kudengar, kadang juga lewat status di facebook atau twitter, dan kadang Dia juga menegurku lewat orang-orang di sekitarku. hari ini, kudengar kata-Nya: "ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu". 
kemudian aku ingat seorang teman pernah berkata, "aneh rasanya kalau kita (baca: orang Kristiani) merasa kesepian atau sendirian, lha wong kita ini ibadahnya bersama-sama, ajarannya pun tentang cinta kasih".

secara logika benar juga kata temanku itu. kapan pun dan di mana pun, kita semua selalu memiliki saudara dan sahabat, apalagi kata-Nya, "setiap orang yang menuruti kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku".
tapi manusia tetap saja manusia, aku sendiri pun tak jarang merasakan sendirian, kalau kata lagu Dewa, "di dalam keramaian aku masih merasa sepi". 

beberapa peristiwa di sekitarku akhir-akhir ini, ditambah sabda-Nya, serta perjumpaanku dengan beberapa orang dan refleksi pribadiku, membuatku sampai pada suatu titik di mana aku tahu bahwa ya aku tak perlu khawatir. perasaan kesepian atau sendirian itu wajar, tapi sesungguhnya kita tak akan pernah benar-benar sendiri, karena selalu ada Dia yang siap membuka pintu-Nya setiap kali kita mengetuknya. pertanyaannya sekarang, cukup rendah hatikah kita untuk mengetuk dan meminta-Nya membuka pintu? :)

Ketuklah Pintu-Nya
Musik/Lagu : C. Soeliandari Retno
Syair : YR. Widadaprayitna

Saat kau merasa sendiri,
Tiada kawan temani disini,
Hidup bagai tiada arti,
Ku didalam hening, berpasrah diri.

Kala duka berkepanjangan,
Dan Tuhan pun nampaknya berdiam,
Jauh dari yang tercinta,
Kasih pun seakan sia-sia.

Ketuklah pintu-Nya, Yesus kan mendengarmu,
Dan membukakan pintu-Nya bagimu.
Carilah Dia sahabat setiamu,
Yang sabar menantimu, ketuklah pintu-Nya.

Saat hidup terasa layu,
Masa lalu tlah menjadi debu.
Masa depan pun temaram,
Harapan seakan terasa suram.

Kala semangatmu meredup,
Rasa bimbang datang dalam hidup.
Percaya kau pasti mampu,
Karena kasih Yesus setia slalu.

Ketuklah pintu-Nya, Yesus kan mendengarmu,
Dan membukakan pintu-Nya bagimu.
Carilah Dia sahabat setiamu,
Yang sabar menantimu, ketuklah pintu-Nya.


Minggu, 28 Juli 2013
Stella Vania

22 Mei 2013

panggilan (sok) akrab

tadi siang saya ke sebuah rumah sakit untuk periksa. setelah pulang dari rumah sakit, saya baru kepikiran tentang hal ini. 
hanya sedikit sekali profesi yang bisa dijadikan panggilan, diantaranya dokter dan suster (perawat). ya nggak tau kenapa, rasanya enak aja gitu manggil dokter dengan "dok" dan suster dengan "sus", walau kita sama sekali nggak kenal sama mereka. tapi dengan panggilan singkat itu jadi rasanya (sok) akrab gitu deh. sepulang dari rumah sakit, saya pun berpikir, profesi apa lagi yang bisa kita panggil secara singkat dan kesannya akrab. tapi rasa-rasanya nggak ada. kalo guru, pasti aneh kalo manggilnya cuma "gur" gitu.. lu kate gurun pasir~ lanjut, yang nggak beda jauh sama guru, dosen. ya kali kita manggil "dos", lu kate dus akuwa~

dan cobalah untuk memikirkan profesi Anda (sekarang atau kelak) apakah bisa dipanggil secara akrab, seperti dokter dan suster. 
kalo psikolog, panggilan akrabnya apa donk ya? psi? ntar malah disuruh gangnam style xD

tapi syukurlah, di Indonesia ini banyak panggilan akrab yang bisa dipakai bahkan ke orang yang baru pertama kali kita temui. bisa pak/bu, mas/mbak, bang, bung, jeng, kakak, adek, coy, cah, ndes dan masih banyak lagi lainnya. 
jadi, selain dokter dan suster, jangan sedih, kita juga bisa dipanggil secara akrab kok sama orang lain :"D


Rabu, 22 Mei 2013
lagi ra mutu,
vania